Genangan Tahunan di Depan RSUD Sumbawa Segera Berakhir
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Keluhan bertahun-tahun soal genangan air di depan RSUD Sumbawa, akhirnya mendapat respons konkret. Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Sumbawa Bagian Barat memastikan, pengerjaan peninggian ruas Jalan Sultan Kaharuddin sepanjang kurang lebih 700 meter usai Lebaran 2026 dengan elevasi hingga 60 sentimeter.
Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Sumbawa Bagian Barat Dinas PUPR Perkim Provinsi NTB, Mustafa ST., MP., menyebut, kondisi eksisting jalan saat ini memang berada pada posisi rendah sehingga rawan tergenang.
“Dari sisi eksisting yang ada saat ini kan rendah, sangat rendah. Jadi setiap musim hujan genangan air memang sangat krusial dan itu menjadi keluhan masyarakat,” ujar Mustafa, Rabu, 4 Maret 2026.
Relokasi Lapak Jadi Kunci
Tak hanya soal elevasi, kendala utama justru terletak pada saluran drainase yang tidak bisa dinormalisasi akibat keberadaan lapak pedagang di kiri-kanan depan rumah sakit.
“Kendala utama kami selama ini, kami tidak bisa melakukan normalisasi sedimentasi yang berada di dalam saluran. Itu karena terhalang lapak-lapak,” ungkapnya.
Karena itu, rapat bersama Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot turut membahas relokasi pengusaha lapak agar pekerjaan drainase bisa berjalan maksimal.
“Kami sudah koordinasi dengan jajaran Pak Bupati untuk relokasi. Itu harus segera diselesaikan supaya penanganan jalan bisa tuntas,” katanya.
Peninggian 50–60 Sentimeter, Aspal Hotmix 10 Sentimeter
Secara teknis, peninggian jalan mengikuti elevasi halaman rumah sakit agar tidak terjadi perbedaan ketinggian yang ekstrem. “Elevasi yang sudah kami desain itu sekitar 50 sampai 60 sentimeter, disesuaikan dengan elevasi halaman rumah sakit. Panjangnya kurang lebih 700 meter,” jelasnya.
Untuk struktur perkerasan, akan menggunakan aspal hotmix dengan ketebalan sekitar 10 sentimeter. “Nanti kita pakai aspal hotmix kurang lebih sekitar 10 sentimeter ketebalannya untuk lapisan struktur jalannya,” ujarnya.
Provinsi dan Kabupaten Berbagi Peran
Ia juga menambahkan, ruas jalan tersebut juga dirancang menjadi dua jalur. Pengerjaan sesuai kewenangan antara provinsi dan kabupaten.
“Sementara jalur yang di depan pagar rumah sakit itu menjadi kewenangan kabupaten untuk dibuatkan jalur kedua. Mediannya nanti berada di tengah bahu jalan yang ada sekarang,” tambahnya.
Anggaran Minim, Butuh Dorongan Bersama
Meski desain telah siap, keterbatasan anggaran menjadi tantangan serius. Mustafa mengakui, dana yang tersedia belum mampu menuntaskan seluruh kebutuhan pekerjaan.
“Dari sisi anggaran memang masih sangat minim dan belum bisa menyelesaikan seluruhnya dengan anggaran yang ada sekarang,” katanya.
Karena itu, pihaknya meminta dukungan Pemkab Sumbawa untuk ikut mendorong tambahan anggaran ke tingkat provinsi. “Tadi kami koordinasi dengan Pak Bupati supaya bersama-sama mendorong ke Pak Gubernur. Pemda ikut membantu menyampaikan agar ini bisa segera terealisasi,” tutupnya. (Marwah)



