Dapat Kucuran Dana Rp81 Miliar, Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Masuk Tahap Redesain
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menuntaskan penghapusan aset di atas lahan kawasan Pasar Seni Senggigi sebagai syarat utama revitalisasi.
Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, Pemprov NTB mulai menyusun redesain kawasan pada Agustus 2026, sebelum pemerintah pusat menggelar tender tahun depan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia mengatakan, penghapusan aset menjadi tahapan penting sebelum pemerintah pusat memulai revitalisasi Pasar Seni Senggigi.
“Penghapusan seluruh aset di Pasar Seni Senggigi harus kita penuhi untuk pengerjaan revitalisasi Pasar Seni Senggigi itu sendiri,” katanya kepada NTBSatu, Selasa, 28 Juli 2026.
Aulia menjelaskan PT. Rawaraja Adi Senggigi membangun aset di atas lahan Pasar Seni Senggigi melalui skema kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB. Kerja sama tersebut kini memasuki tahap serah terima aset.
“Mitra Pemprov akan menyerahkan aset tersebut kepada kita (Pemprov NTB). Selanjutnya Pemprov akan menindaklanjuti penghapusan aset di dalamnya,” jelasnya.
Ia mengatakan revitalisasi Pasar Seni Senggigi menjadi bagian dari proses pengembangan kawasan wisata Senggigi.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran Rp81 miliar untuk perbaikan tersebut.
Revitalisasi Pasar Seni Senggigi ini merupakan bagian dari rencana besar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal untuk mengembangkan kawasan wisata Senggigi, menjadi kawasan terpadu yang akan dibangun pelabuhan Senggigi sebagai penyeberangan ke tiga Gili, layaknya Pelabuhan Sydney di Australia yang modern.
“Betul, sebagai proses mengarah ke situ,” ucapnya.
Selain menuntaskan penghapusan aset, Pemprov NTB menyiapkan seluruh dokumen sebagai syarat pelaksanaan lelang pemerintah pusat.
Dokumen itu meliputi kesiapan pengelolaan kawasan setelah pembangunan, dokumen lingkungan, analisis dampak lalu lintas (Andalalin), serta penyempurnaan redesain.
“Semakin cepat kita selesaikan dokumennya, makin cepat tendernya,” katanya.
Mulai Susun Redesain
Aulia mengatakan Pemprov NTB mulai menyusun redesain Pasar Seni Senggigi pada Agustus 2026.
Gubernur Iqbal sebelumnya menyampaikan perkiraan kebutuhan anggaran revitalisasi kawasan tersebut mencapai sekitar Rp81 miliar.
Menurut Aulia, Pemprov NTB akan mengintegrasikan beberapa fungsi dalam kawasan Pasar Seni Senggigi. Kawasan itu tidak hanya menjadi pasar seni, tetapi juga menjadi pusat atraksi budaya sekaligus pintu masuk dan pintu keluar sisi darat Pelabuhan Senggigi.
“Fungsinya Tidak hanya sebagai art market, tidak hanya sebagai tempat atraksi budaya, tetapi juga menjadi sisi darat Pelabuhan Senggigi,” jelasnya.
Ia mengatakan konsep tersebut sejalan dengan visi Pariwisata Mendunia yang Gubernur Iqbal usungkan. Pemprov NTB ingin menjadikan Pasar Seni Senggigi sebagai ikon baru pariwisata sehingga wisatawan langsung mengenali Senggigi sebagai ikon wisata yang terbarui.
“Keinginan kita, ketika setiap orang yang melihat melalui gambar atau video langsung tahu ini Senggigi, Lombok, NTB,” ujarnya.
Aulia juga menjelaskan tim perancang masih menyusun konsep bangunan yang mengangkat kearifan lokal. Tim tersebut dapat memadukan berbagai material, termasuk bambu, sebagai elemen utama tampilan bangunan.
“Nanti itu akan dikonsep, akan didesain,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah pusat akan menggelar tender setelah Pemprov NTB melengkapi seluruh dokumen persyaratan.
“Sembari menunggu kesiapan dokumen, tender akan dilaksanakan setelah seluruh persyaratan terpenuhi,” tutupnya. (*)




