Daerah NTB

Banjir Terjang Sanggar Bima, Rumah Hingga Jalan Baru Diaspal Senilai Rp1,4 Miliar Hancur

Mataram (NTBSatu) – Cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, pada Sabtu sore, 21 Februari 2026, mengakibatkan banjir bandang yang merendam puluhan rumah warga.

Bencana ini tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga menghancurkan proyek aspal yang baru selesai dikerjalan sepekan lalu oleh pemerintah setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin, mengungkapkan beberapa penyebab terjadinya banjir bandang.

“Akibat derasnya air dari gunung, mengakibatkan drainase di Desa Kore dan Desa Sandue tidak mampu menahan debit air sehingga meluap ke pemukiman warga,” katanya kepada NTBSatu, Minggu, 22 Februari 2026.

Dampak Kerusakan dan Pemukiman Terendam

Berdasarkan pendataan cepat dan informasi dari Sadimin, wilayah terdampak paling parah meliputi dua desa utama, yang berada di Kecamatan Sanggar.

Di Desa Kore, Kecamatan Sanggar, sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) dengan 81 jiwa terdampak. Selain itu, 25 unit rumah tergenang, tembok penahan banjir rusak, dan proyek aspal senilai Rp1,4 miliar hancur.

Sedangkan di Desa Sandue, sebanyak 12 KK dengan 38 jiwa, termasuk 12 unit rumah warga, terdampak dari bencana banjir tersebut.

Sadimin mengatakan, warga membutuhkan bantuan tanggap darurat serta logistik dan peralatan (Logpal). Di samping personel gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan masyarakat setempat masih terus melakukan pemantauan.

Selain itu, ia juga mengingatkan, jika akhir Februari terdapat peluang terjadi hujan dengan intensitas di atas 50 mm/dasarian hingga 100 mm/dasarian. Dengan probabilitas mencapai 80% hingga 90% di hampir seluruh wilayah NTB.

Proyek Jalan “Seumur Jagung”

Selain duka, perhatian publik juga tertuju pada kerusakan parah aspal yang berada di Ruas Jalan Pelabuhan, Desa Kore.

Berdasarkan informasi, proyek aspal tersebut baru selesai dikerjakan seminggu yang lalu. Nilai kontrak infrastruktur ini cukup fantastis, yaitu Rp1,4 miliar dari APBD 2025.

Data teknis menunjukkan, pekerjaan ini merupakan Paket I Rekonstruksi Ruas Jalan yang dikelola Dinas PUPR Kabupaten Bima. Proyek dikerjakan PT. Citra Harapan Persada sejak 12 September 2025.

Saat ini, warga menduga pengerjaan aspal tidak sesuai spesifikasi dan teknis, lantaran kondisinya yang terkelupas dan sangat tipis. Akibatnya, warga meminta inspektorat dan BPK untuk melakukan audit total.

Peringatan BMKG Tentang Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stamet Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), meminta masyarakat selalu waspada dengan potensi peningkatan cuaca ekstrem di wilayah NTB periode 22-27 Februari 2026.

BMKG mengimbau masyarakat dan Pemerintah Daerah selalu memastikan kapasitas drainase, dan infrastruktur sumber daya air. Tujuannya untuk menghadapi lonjakan debit air.

“Masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di wilayah rawan bencana diimbau agar terus waspada dan siaga. Terutama saat terjadi hujan lebat,” pungkasnya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button