Seleksi Senyap Direksi PT GNE, 13 Pelamar Lolos Administrasi
Mataram (NTBSatu) – Sunyi, tidak ada kabar, tiba-tiba pendaftaran seleksi calon direksi PT Gerbang NTB Emas (GNE) bergulir. Sebanyak 13 pelamar sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan lanjut ke tahap selanjutnya, yaitu Leaderless Group Discussion (LGD).
Informasi yang NTBSatu terima, 13 pelamar mengikuti LGD pada Kamis, 12 Februari 2026. Dari jumlah itu, satu orang tidak hadir. Pada tahap ini mereka terbagi dalam dua kelompok. Kelompok I terdiri dari enam pelamar dan kelompok II sebanyak tujuh pelamar.
Dalam seleksi ini, mereka dinilai oleh delapan asesor. Masing-masing asesor memegang maksimal dua peserta. Adapun 13 nama yang mengikuti LGD, di antaranya:
- Sulman;
- Ahmad Jaelani Adiya Putra;
- Suhaimi;
- Hendra Yuda Sakti;
- Desty Chiptiana;
- Yuyud Indrayudi;
- Taufik Amri;
- Siti Nursusila (Tidak hadir);
- M. Aidul Adha;
- Imanti Sukmaningsih;
- Catur Rahmad Mardhiyanto;
- Yunita Yoesminarty;
- Nazamuddin.
Mengutip laman resmi PT GNE, pembukaan pendaftaran seleksi direksi tersebut hanya tiga hari. Mulai tanggal 8-10 Februari 2026. Selang dua hari, langsung masuk tahap selanjutnya, yaitu LGD. Adapun posisi yang dibuka adalah, Direktur Utama, Direktur Keuangan, dan Direktur Operasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Operasional PT GNE, Ahmad Jaelani AP tidak berkomentar lebih jauh perihal seleksi ini. Ia mengaku bukan kapasitasnya.
“Nggak berhak kita komentar, beda urusannya,” singkatnya kepada NTBSatu, Minggu, 15 Februari 2026.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTB, Izzudin Mahili juga tidak mau berkomentar lebih jauh terkait seleksi direksi PT GNE.
“Kalau GNE, saya no comment (tidak ada komentar, red) dulu lah. Ada ketuanya yang berhak, Pak Sekda (Lalu Moh. Faozal),” ujar Izzudin, Jumat, 13 Februari 2026.
Memastikan keberlangsungan seleksi tersebut, Izzudin belum memberikan tanggapan terbarunya. Upaya konfirmasi oleh NTBSatu melalui pesan WhatsApp belum membuahkan hasil.
RUPS Luar Biasa PT GNE
Sebelumnya, PT Gerbang NTB Emas (GNE) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, Rabu, 7 Januari 2025 di Kantor PT GNE.
Pelaksanaan RUPS ini setelah PT GNE menyelesaikan utang pajak perusahaan sebesar Rp5,7 miliar. Pasalnya, sejak tahun 2023, perusahaan milik daerah ini tidak bisa menyelenggarakan RUPS, karena status blokir AHU (Administrasi Hukum Umum) oleh Direktorat Jenderal AHU Kementerian Hukum RI.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pelaksanaan RUPSLB ini sebagai langkah awal menata kembali PT GNE.
“Dulu kan GNE ini sejak tahun 2023 tidak pernah menyelenggarakan RUPS. Sekarang paling tidak satu langkah baik di awal tahun 2026 ini PT GNE bisa melakukan RUPS,” kata Iqbal.
Dalam RUPS Luar Biasa ini, pemegang saham mengesahkan laporan keuangan tahun sebelumnya dan sekaligus menyiapkan langkah penataan terhadap pengelolaan manajemen dan keuangan PT GNE.
Selain itu, dalam RUPS Luar Biasa tersebut para pemegang saham sepakat memangkas sejumlah lini bisnis yang pemegang saham nilai tidak berkontribusi terhadap keuntungan perusahaan.
“Sekarang orientasi bisnis kita fokuskan pada material bangunan. Tidak mungkin sebuah bisnis berkembang kalau terlalu banyak lini bisnisnya. Jadi harus fokus pada satu lini bisnis,” ujarnya.
Iqbal menyatakan, pembahasan rencana bisnis telah dilakukan, termasuk penentuan sektor yang akan menjadi core business atau bisnis inti perusahaan. Selain itu, evaluasi terhadap berbagai persoalan di masa lalu juga menjadi fokus utama agar kesalahan serupa tidak terulang.
“Intinya kita akan melakukan persiapan penyusunan pengurus yang baru. Rencana bisnis ke depan juga sudah kita bahas, termasuk core bisnisnya. Kita juga me-review catatan-catatan masa lalu, kesalahan dan persoalan yang harus diselesaikan ke depan,” ujarnya. (*)



