Pendidikan

Unram Gelar Expo KKN PMD 2025-2026, Tampilkan 256 Potensi Ekonomi Hijau – Biru Desa

Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) menggelar Expo Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) di Taman Sangkareang, Kota Mataram, Sabtu sore, 14 Februari 2026. Expo tersebut menampilkan sebanyak 256 potensi ekonomi hijau dan biru desa, sekaligus menjadi ajang promosi karya inovasi mahasiswa.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram, Dr. Andi Chairil Ichsan, S.Hut., M.Si., mengatakan, expo ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan KKN 2025-2026.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan produk-produk inovasi karya mahasiswa selama mereka melaksanakan KKN di desa,” ujarnya kepada NTBSatu, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dari 256 kelompok KKN, sebagian besar mengangkat tema ekonomi hijau dan biru sesuai karakter wilayah desa masing-masing.

“Selama ini Expo KKN PMD Unram hanya diselenggarakan di lingkungan kampus. Mulai tahun ini kita gelar di pusat Kota Mataram, agar masyarakat bisa langsung melihat dan berinteraksi dengan produk desa,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan expo di ruang publik menjadi bagian dari upaya mendukung program kampus berdampak, sekaligus memperluas jangkauan promosi potensi desa.

“Dalam kegiatan ini, produk mahasiswa banyak dibeli oleh masyarakat umum. Ini menunjukkan potensi ekonomi hijau dan biru desa memiliki peluang pasar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris LPPM Unram, I Wayan Sudiarta, Ph.D., menyebut, sebanyak 256 kelompok dengan 2.591 mahasiswa melaksanakan KKN di desa-desa yang tersebar di Pulau Lombok.

“Dari ekonomi hijau menghasilkan produk pupuk, makanan olahan, keripik, sabun, kopi, dan lainnya. Dari ekonomi biru produk abon ikan, keripik, serta jajanan berbahan ikan dan rumput laut,” jelasnya.

Harapan Mahasiswa

Salah satu peserta, Febrianto Akbar, mahasiswa Program Studi Fisika FKIP Unram yang tergabung dalam Kelompok KKN PMD Desa Awang, Lombok Tengah, mengatakan kelompoknya mengolah potensi pesisir menjadi produk bernilai ekonomi.

“Produk yang kami bawa adalah stik ikan awang, yang berasal dari bahan baku ikan. Produk kami habis dalam satu jam, kegiatannya sangat positif,” ujarnya.

Senada, anggota Kelompok KKN PMD Unram Desa Bilebante, Lombok Tengah, Muhammad Zulfatoni menyebut, desanya memiliki beragam potensi.

“Kami membawa dua produk inovasi, yakni teh mule gati dan keripik singkong. Rencananya produk ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa berlanjut dengan dukungan kampus dan desa,” tuturnya.

Mahasiswa lain berharap, Expo KKN PMD Unram tidak berhenti pada tahap pameran semata. Ia menilai, perlu ada tindak lanjut konkret.

“Acaranya seru, bisa mencoba banyak produk. Semoga kampus bisa membantu membuka market (pasar, red) ke depannya,” tutur Khairil Azami. (Alwi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button