BBPOM Mataram Masih Temukan Kerupuk dan Mi Basah Mengandung Boraks
Mataram (NTBSatu) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, masih menemukan penggunaan boraks pada produk pangan olahan di Pulau Lombok. Dari penemuannya, BBPOM menemukan adanya zat kimia non-pangan yang masih mengkontaminasi komoditas kerupuk terigu dan mi basah yang beredar di pasar tradisional.
Humas BBPOM Mataram, Sitha Hendriyanto mengungkapkan, penggunaan boraks memang masih banyak pada makanan. “Boraks ini memang masih banyak beredar karena penjualannya sembunyi-sembunyi,” katanya kepada NTBSatu, Sabtu, 7 Maret 2026.
Intensifikasi pengawasan berlangsung pada 4 hingga 5 Maret 2026 dengan menyasar Kabupaten Lombok barat dan Lombok Timur. Dari 97 sampel yang diuji cepat, enam di antaranya positif mengandung boraks.
Temuan itu terkonsentrasi di Pasar Kediri dan Pasar Pancor. Hal ini membuktikan bahan berbahaya masih merajalela di tengah upaya pemerintah memperketat aturan pangan.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar menegaskan, pentingnya penguatan sistem pengawasan pangan yang terintegrasi secara keseluruhan. “Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” katanya dalam keterangannya.
Kondisi berbeda petugas temukan pada sentra penjualan takjil modern. Di Giri Menang Square, Gerung dan pusat takjil Selong, seluruh sampel makanan aman.
Tidak ditemukan penggunaan boraks, formalin, Rhodamin B, maupun Methanil Yellow pada kudapan berbuka puasa yang dijual. Adanya penemuan boraks di pasar tradisional, petugas BBPOM Mataram langsung melakukan pembinaan di tempat, pada para pedagang.
Selain itu, tim gabungan dengan melibatkan dinas kesehatan dan dinas perdagangan setempat akan melakukan penelusuran mendalam untuk melacak sumber produksi utama. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi masyarakat,” lanjutnya.
Meningkatnya aktivitas perdagangan saat Ramadan menjadi kewaspadaan konsumen. BBPOM Mataram mengimbau masyarakat lebih cermat memilih makanan. (Inda)



