Sebelas Daerah Irigasi di Sumbawa Rusak, 1.761 Hektare Sawah Terancam Krisis Air
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Sumbawa kini berada dalam kondisi terancam akibat kerusakan irigasi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa mencatat, belasan daerah irigasi mengalami kerusakan masif yang berdampak pada terganggunya pasokan air bagi petani.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan mengungkapkan, pihaknya tengah berjuang mengusulkan perbaikan infrastruktur tersebut ke pemerintah pusat melalui aplikasi SIPURI (Sistem Informasi Program Usulan Irigasi).
”Kami sedang mengusulkan melalui aplikasi SIPURI namanya ke Kementerian PU di pusat. Itu ada 11 daerah irigasi yang kami usulkan, dengan luasan mencapai 1.761 hektar yang terdampak,” ungkap Sofyan kepada NTBSatu, Jumat, 13 Februari 2026.
Sofyan menjelaskan, dampak dari kerusakan ini tidak main-main. Total luasan lahan yang terancam kekurangan pasokan air mencapai ribuan hektare, dengan kerusakan fisik yang membentang sepanjang puluhan kilometer.
”Total luasannya 1.761 hektare yang kami usulkan untuk direhabilitasi. Panjang saluran yang kita usulkan untuk direhab itu 20.300 meter,” jelasnya.



