Sebelas Daerah Irigasi di Sumbawa Rusak, 1.761 Hektare Sawah Terancam Krisis Air
Usulkan 11 Titik Perbaikan
Menyikapi kendala tersebut, Dinas PUPR kembali mengajukan usulan untuk 11 titik yang tersebar di berbagai kecamatan. Wilayah terdampak paling banyak berada di Kecamatan Plampang, meliputi Daerah Irigasi (DI) Selante, DI Sejari, dan DI Sepayung Dalam.
Selain itu, terdapat pula di Maronge; DI Embung pemasar, Moyo Hulu; DI Aik Bengkal, Moyo Hilir; DI Batu Bangka, Tarano; DI Mata, serta Alas Barat; DI Lekong.
Pada sisi lain, Sofyan juga memberikan imbauan keras kepada masyarakat terkait kelestarian lingkungan. Ia menyoroti, tingginya laju sedimentasi atau pendangkalan di bendung dan saluran irigasi akibat pola tanam yang salah di area hulu.
”Banyak terjadi sedimentasi akibat penanaman budidaya tanaman semusim yang tidak arif pada lingkungan. Terjadi erosi sangat besar karena lahan di lereng bukit dengan kemiringan lebih dari 15 persen ditanami (tanaman semusim). Seharusnya itu ditanami tanaman keras,” tegasnya.
Pihaknya berharap, masyarakat lebih arif dalam mengelola lahan di lereng bukit agar tidak memperparah kerusakan infrastruktur irigasi yang ada. “Erosi lahan ini mengakibatkan sedimentasi di bendung maupun jaringan irigasi kita,” katanya. (*)



