Sebelas Daerah Irigasi di Sumbawa Rusak, 1.761 Hektare Sawah Terancam Krisis Air
Kerusakan infrastruktur ini akibat bencana banjir yang terjadi berturut-turut dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat belasan bendung yang kondisinya hancur atau jebol.
”Kerusakannya cukup masif, itu ada 12 bendung yang rusak akibat banjir di tahun 2022, 2023, dan 2024. Kemudian saluran primer dan sekunder juga banyak yang rusak karena usia bangunannya sudah mencapai lebih dari 20 tahun,” paparnya.
Persoalan anggaran menjadi hambatan utama dalam proses perbaikan. Sofyan mengatakan, sebenarnya pada 2025, Sumbawa sempat mendapatkan angin segar berupa bantuan dana pusat untuk tujuh daerah irigasi, namun rencana tersebut mendadak batal.
”Tahun 2025 kami dapat alokasi DAK Irigasi untuk tujuh daerah irigasi, namun di-cancel oleh Menteri Keuangan pada awal tahun 2025. Jadi tidak jadi di-transfer ke daerah,” ungkap Sofyan.



