Kabupaten Bima

Warga di Bima Berburu Emas, Raup hingga Rp30 Juta

Bima (NTBSatu) – Aktivitas tak biasa terlihat di ujung Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima beberapa pekan terakhir. Ratusan warga berbondong-bondong menggali tanah di perbukitan sekitar, setelah beredar kabar ditemukannya batu mengandung emas.

Aktivitas warga tersebut viral di media sosial Facebook. Setiap hari, warga membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, hingga palu. Mereka mengumpulkan batu-batu berbagai ukuran untuk dibawa pulang.

“Aktivitas penggalian ini sudah berlangsung sepekan terakhir,” kata Sekretaris Desa Tonda, Ibnu Abbas, Rabu malam, 11 Februari 2026.

Abbas mengungkapkan, lokasi penggalian tersebut berada di tanah SHM di antara Doro (Kawasan) Tonda dan Doro Nagga. Jarak dari perkampungan warga sekitar 1 kilometer.

“Cuma medannya tidak bisa dilalui kendaraan, karena harus menyusuri sungai,” katanya.

Kabar mengenai adanya kandungan emas di wilayah tersebut, jelas Abbas, pertama kali mencuat dari seorang warga bernama Sumardin. Dia mengumpulkan batu-batu yang mengandung emas lalu mengulangnya hingga menumpulkan emas bernilai puluhan juta.

“Sekitar Rp30-an juta dia peroleh dari hasil penjualan. Sumardin ini warga asli di sini. Dia memang sudah berpengalaman, karena pernah bekerja di bagian pertambangan rakyat di Sulawesi,” katanya.

Temuan itu pun memicu antusiasme warga untuk mencoba peruntungan. Meski hasilnya belum seberapa, beberapa warga mengaku telah menemukan serpihan kecil yang kemudian dijual kepada pengepul dengan harga bervariasi.

“Karena di Tonda belum ada alat untuk mendulang. Jadi mereka mendulangnya ke Desa Palama, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima dan Desa Ranggo, Kabupaten Dompu. Alhamdulillah, ada yang dapat setengah gram hingga 1 gram,” jelasnya.

Imbau Jangan Rusak Lingkungan

Selain potensi ekonomi, kata Abbas, fenomena berburu emas ini juga menarik perhatian warga dari desa lain seperti Ranggo dan Palama. Meski belum ada kepastian mengenai seberapa besar kandungan emas di kawasan itu, semangat warga tidak surut.

“Apalagi harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, jadi sangar wajar warga mencoba peruntukan berburu emas,” ujar Abbas.

Meski demikian, aktivitas ini tentunya juga menimbulkan kekhawatiran. Pemerintah kecamatan bersama TNI, Polri sudah turun ke lokasi.

Pemerintah desa juga sudah mengimbau warga agar tetap berhati-hati dan tidak melakukan penggalian secara berlebihan yang dapat merusak lingkungan. Paling penting, aktivitas ini tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Kami sudah ingatkan warga agar tetap hati-hati, jangan sampai menimbulkan masalah baru,” tambahnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button