Lombok Tengah

Dua Kebakaran Landa Lombok Tengah dalam Sehari, Mobil Klasik Volkswagen dan Rumah Hangus

Mataram (NTBSatu) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah mencatat, dua peristiwa kebakaran pada Rabu, 11 Februari 2026.

Kepala Dinas Damkartan Lombok Tengah, H Supardan, S.Sos., M.Si., membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, ada dua kebakaran hari ini, satu di Nyerot dan yang kedua di Puyung,” katanya dalam keterangan tertulis kepada NTBSatu, Rabu, 11 Februari 2026.

Peristiwa ini bermula pagi hari yang melibatkan satu unit kendaraan pribadi di wilayah Nyerot. Kemudian, insiden kedua yang lebih besar, yaitu kebakaran satu unit rumah di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, pada sore harinya.

Kebakaran Mobil Klasik di Nyerot

Dari laporan Damkartan Lombok Tengah, kejadian bermula sekitar pukul 10.37 Wita. Regu Pos 1 Jonggat, menerima laporan tentang satu unit mobil merk Volkswagen (VW) milik warga bernama Yoyoq, asal Leneng Handayani, Praya.

Supardan menjelaskan, jika api bersumber dari mesin mobil. Beruntungnya, petugas memberikan penanganan cepat menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga api berhasil padam.

“Anggota langsung melakukan pengecekan dan penyiraman tambahan di bagian mesin untuk memastikan suhu kembali normal dan api benar-benar padam,” katanya.

Atas peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 juta, karena kerusakan hanya terkonsentrasi pada bagian mesin.

Amukan Si Jago Merah di Puyung

Berselang dari lima jam setelah kebakaran pertama, laporan peristiwa serupa kembali masuk ke markas Damkartan pada pukul 15.10 Wita. Kali ini, si jago merah melahap rumah milik Rokyal Harjanty (35), seorang tenaga pendidik di lingkungan Puyung Daye, Desa Puyung.

Sebanyak 12 personel gabungan dari Pos Mabes Praya dan Pos Jonggat lengkap dengan armada Fire Truck Falcon, melakukan pemadaman ekstra.

Supardan menjelaskan, kondisi pemukiman yang padat menjadi kendala utama dalam aksi pemadaman. Bahkan, unit pemadam harus melakukan pengisian ulang air hingga dua kali karena api cepat membesar.

​”Karena api terlalu besar dan risiko perambatan ke bangunan sekitar sangat tinggi, proses pemadaman berlangsung cukup lama. Api baru bisa sepenuhnya dikendalikan dan dipadamkan pada pukul 16.22 WITA,” lanjut Supardan.

Dari hasil investigasi, kebakaran yang terjadi di Desa Puyung karena korsleting listrik. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.

Atas dua kejadian ini, Supardan mengimbau agar masyarakat tetap waspada, dan melakukan pengecekan secara berkala pada instalasi listrik atau kendaraan. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button