Angkutan Pertanian Terganggu, Kerusakan Jalan Provinsi di Parado Bima Semakin Parah
Mataram (NTBSatu) – Kerusakan infrastruktur jalan provinsi di Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, kini mencapai titik kritis. Kondisi ini karena bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026.
Selain itu, penyebab teknis yang memperparah kerusakan adalah buruknya sistem drainase, di mana banyak parit yang tertimbun sehingga air meluap dan merusak struktur jalan. Selain menghambat mobilitas warga, kerusakan ini juga menghambat urat nadi perekonomian, khususnya bagi penduduk yang mengandalkan akses lintas daerah, dan petani kemiri.
Amblasnya badan jalan, dan keretakan yang parah, membuat mobil bermuatan berat tidak bisa melintas. Bahkan, kendaraan kecil menggunakan sistem buka-tutup untuk melintas, mengingat risiko kecelakaan dan kondisi jalan yang sudah mulai turun.
Kepala Desa Wane, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Abdul Malik menjelaskan, kondisi jalan yang menghambat pergerakan warga, hingga berimbas pada perekonomian mereka. “Dampaknya terkait transportasi mobil untuk pemuatan barang yang agak tinggi, itu kan sekarang udah nggak bisa itu. Dia harus turun sebagian, diambil oleh mobil yang lain,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 4 Februari 2026.
Abdul Malik juga mengatakan, kondisi ini memaksa warga menggunakan metode estafet, demi menyambung logistik. Selain mobil barang, kendaraan umum seperti bis juga turut terdampak. Para penumpang harus menuruni kendaraan saat menyeberangi jalan rusak ini.



