PAD Listrik Anjlok di Tengah Konsumsi Naik, DPRD Lobar Pertanyakan Data dan Kinerja PLN
Lombok Barat (NTBSatu) – DPRD Lombok Barat (Lobar) menyoroti, penurunan penerimaan daerah dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari Tenaga Listrik yang mencapai lebih dari Rp1,4 miliar pada 2025
Penurunan ini dinilai tidak rasional, mengingat pertumbuhan jumlah penduduk, perumahan, serta aktivitas usaha yang terus meningkat setiap tahun.
Sorotan tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Lombok Barat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin, 9 Februari 2026.
Rapat turut mengundang PT PLN (Persero), namun pihak PLN tidak hadir tanpa penjelasan resmi.
Wakil Ketua DPRD Lombok Barat, H. Abubakar Abdullah mengatakan, DPRD mengapresiasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 yang melampaui target hingga sekitar 102 persen. Baik dari sektor BLUD maupun non-BLUD.
Namun di balik capaian tersebut, terdapat catatan serius terkait penerimaan PBJT Tenaga Listrik yang justru menunjukkan tren penurunan.
“Secara umum PAD kita bagus, itu patut diapresiasi. Tapi ada anomali pada PBJT tenaga listrik. Tahun 2024 realisasinya sekitar 97 persen, sementara tahun 2025 turun menjadi sekitar 94 persen. Ini yang menjadi tanda tanya kami,” ujar Abubakar kepada NTBSatu, Senin, 9 Februari 2026.



