SK Tuan Rumah PON XXII 2028 NTB-NTT Rampung Minggu ini
Mataram (NTBSatu) – Kepastian Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 memasuki tahap akhir. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyebut, Surat Keputusan (SK) penetapan tuan rumah sudah berada di meja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
“Draf SK NTB-NTT tuan rumah PON 2028 sudah ada di meja Menpora. Tinggal kita dorong sedikit dan itu tugas saya untuk memaksa agar surat ini segera ditandatangani,” ujarnya, saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB Tahun 2026 di Mataram, Minggu malam, 8 Februari 2026.
Menurutnya, seluruh syarat administratif penetapan tuan rumah telah terpenuhi. Gubernur NTB dan Gubernur NTT telah menyampaikan surat resmi kesiapan daerah dan dukungan dari KONI Pusat.
Miq Ari -sapaan anggota DPR RI Dapil NTB II ini- optimistis, penetapan resmi NTB-NTT sebagai tuan rumah PON XXII 2028 akan terbit paling lambat pekan depan. “InsyaAllah, paling lambat minggu depan NTB-NTT sudah sah secara hukum menjadi tuan rumah PON XXII 2028,” katanya.
PON XXII 2028 Tanpa Venue Baru
Selain kabar baik itu, Miq Ari juga memberikan catatan krusial, yakni pertemuan segitiga antara pemimpin daerah. Mengingat, prinsip PON XXII 2028 tanpa venue yang memadai, keterlibatan Jakarta untuk menampung cabang olahraga tertentu.
“Pertemuan tiga kepala daerah, Gubernur NTB, NTT, dengan Jakarta Ini penting. Karena ada beberapa cabor yang tidak memungkinkan digelar di NTB atau NTT, karena keterbatasan venue,” jelasnya
Langkah itu karena mengedepankan prinsip PON XXII 2028 tanpa pembangunan venue baru. Sehingga, akan membagi cabang olahraga (cabor) secara proporsional. Termasuk, lokasi Jakarta untuk cabor tertentu yang tidak bisa berlangsung di NTB dan NTT.
Di luar dari jaminan sekaligus catatan krusial itu, Miq Ari mengajak seluruh pihak mendukung penuh NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON 2028. Ia memastikan, akan memperjuangkan anggaran untuk PON kali ini secara maksimal di level pusat.
“Pada tahun 2027 kami di Komisi X DPR RI pasti akan memperjuangkan anggaran PON XXII 2028. Kapan lagi kita menjadi tuan rumah kalau bukan sekarang,” tegasnya. (Alwi)



