Olahraga

PON 2028 tak Pindah dari NTB, Hanya Ada Penyesuaian Skema

Mataram (NTBSatu) – Pemprov NTB memastikan, penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 tetap di NTB dan NTT. Kepastian itu setelah muncul isu NTB dan NTT batal menjadi tuan rumah PON 2028 dan akan pindah ke Jakarta.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik menegaskan, hingga saat ini, NTB dan NTT masih ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028. Hal tersebut sebagaimana arahan dan persetujuan Presiden Prabowo Subianto kepada Gubernur NTB dan Gubernur NTT dalam pertemuan, pada momentum peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru Kalimantan Selatan.

Aka, sapaan Kepala Diskominfotik NTB menyampaikan, isu pindah tuan rumah adalah informasi yang tidak tepat. Yang terjadi sesungguhnya adalah penyesuaian skema dan format pelaksanaan PON 2028 berdasarkan kesepakatan Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama KONI. Yakni, PON 2028 akan lebih fokus mempertandingkan cabang olahraga (cabor) yang berada dalam rumpun Olimpiade.

“Penyesuaian ini dilakukan agar penyelenggaraan PON XXII lebih efisien, realistis secara pembiayaan, dan terukur dari sisi kesiapan pelaksanaan. Tanpa mengubah status NTB dan NTT sebagai tuan rumah,” kata Aka, Kamis, 22 Januari 2026.

IKLAN

Mantan Kepala Dinas Sosial NTB ini menjelaskan, penyesuaian format ini juga berkaitan erat dengan arah kebijakan pembangunan infrastruktur olahraga.

Pemerintah Pusat menekankan, penyelenggaraan PON 2028 harus berorientasi pada optimalisasi fasilitas yang sudah ada. Bukan membangun venue baru yang berisiko membebani keuangan daerah dan berpotensi terbengkalai pasca-event.

Pengalaman sejumlah PON sebelumnya menjadi pelajaran penting, banyak arena olahraga yang setelah pelaksanaan PON tidak termanfaatkan secara maksimal.

“Karena itu, fokus PON XXII 2028 adalah renovasi, peningkatan kualitas, dan pemanfaatan venue eksisting. Agar berkelanjutan bagi pembinaan olahraga daerah,” ujarnya.

Efisiensi dan Pemenuhan Standar Venue

Terkait informasi beberapa cabor digelar di Jakarta atau daerah lain, Pemprov NTB menegaskan, hal tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi dan pemenuhan standar venue. Terutama untuk cabor yang membutuhkan biaya besar dan fasilitas khusus. Contohnya, arena akuatik dan cabang tertentu yang memerlukan sarana berstandar tinggi.

Dalam kondisi seperti itu, pemanfaatan venue yang telah tersedia di daerah lain, Jakarta, Jawa Barat, maupun wilayah lain yang memenuhi syarat, dapat dilakukan tanpa mengurangi substansi bahwa NTB dan NTT tetap menjadi tuan rumah utama PON 2028.

“Prinsipnya jelas: penyelenggaraan harus berkualitas, tepat guna, dan tidak memaksakan pembangunan baru yang tidak sejalan dengan arahan Presiden,” katanya.

Pemprov NTB mengajak seluruh masyarakat, media, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif dan menyejukkan dalam menyambut PON XXII Tahun 2028.

“Mari kita bangun optimisme dan kebanggaan sebagai tuan rumah. Informasi resmi akan selalu kami sampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab. Jika ada perkembangan kebijakan dari pemerintah pusat, Pemprov NTB bersama Pemprov NTT akan mengumumkannya secara resmi,” tegas Aka.

PON 2028 adalah momentum besar untuk menggerakkan ekonomi daerah, menguatkan sport tourism, dan melahirkan atlet-atlet berprestasi dan NTB siap menyambutnya dengan kerja nyata, kolaborasi, serta semangat kebersamaan. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button