Banjir Empang Jadi Alarm Kerusakan Alam, Bupati Jarot Soroti Hutan Gundul dan Sungai Menyempit
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Banjir yang menerjang Kecamatan Empang tak sekedar bencana musiman. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menilai peristiwa tersebut sebagai peringatan serius atas kerusakan lingkungan yang kian mengkhawatirkan.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kecamatan Empang, dalam kunjungan tersebut, bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. Budi Prasetiyo, unsur TNI-Polri, BPBD, serta perangkat daerah terkait.
Peninjauan dilakukan di sejumlah titik terdampak, salah satunya di Desa Lamenta. Selain melihat kerusakan infrastruktur, bupati juga berdialog langsung dengan warga serta memastikan distribusi bantuan logistik berjalan.
Bupati Jarot mengatakan, banjir yang melanda Empang bukan semata akibat tingginya curah hujan, tetapi karena kerusakan ekosistem yang memperparah aliran air.
“Banjir ini bukan hanya karena hujan deras. Hutan kita banyak yang gundul, sungai menyempit dan dangkal, sehingga air cepat meluap ke permukiman,” kata Bupati Jarot, Minggu, 8 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, sejak laporan bencana diterima, tim BPBD bersama relawan langsung bergerak melakukan penanganan darurat, termasuk membantu evakuasi warga dan menyalurkan bantuan awal.
“Begitu ada laporan, tim langsung turun membantu evakuasi dan membawa bantuan awal yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Dari hasil pemantauan lapangan, pemerintah daerah menemukan sejumlah kerusakan infrastruktur vital, mulai dari fasilitas air bersih, tembok pengaman sungai, bronjong, hingga sedimentasi yang menyebabkan penyempitan dan pendangkalan sungai.
Bupati Jarot menegaskan, seluruh kerusakan tersebut akan segera didata secara menyeluruh untuk ditindaklanjuti melalui program perbaikan jangka menengah dan panjang.
“BPBD sudah turun mendata semua lokasi. Segera kita hitung kebutuhannya dan insyaallah tahun ini kita kerjakan. Secepatnya,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap langkah percepatan penanganan infrastruktur serta rehabilitasi lingkungan dapat menekan risiko banjir berulang. Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat Empang dapat kembali menjalani aktivitas secara aman tanpa dihantui ancaman bencana serupa. (Marwah)



