Kecamatan Empang Sumbawa Dikepung Banjir Empat Jam, 1.171 KK Terdampak
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Banjir akibat hujan deras selama empat jam menerjang sembilan desa di Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, Sabtu sore 7 Februari 2026. Sedikitnya 1.171 kepala keluarga (KK) atau 3.478 jiwa terdampak dalam musibah ini.
Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan, talud, serta satu rumah warga. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.00 Wita setelah wilayah Empang diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 12.00 hingga 16.00 Wita.
Air meluap dan menggenangi sejumlah permukiman warga di Desa Empang Atas, Empang Bawah, Bunga Eja, Jotang, Jotang Beru, Pemanto, Lamenta, Gapit, dan Boal.
Camat Empang Abdul Rais mengatakan, bencana tersebut dipicu curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama. Sehingga menyebabkan debit air meningkat drastis.
“Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Empang selama kurang lebih empat jam. Air meluap dan menggenangi sembilan desa dengan jumlah terdampak mencapai 1.171 KK atau 3.478 jiwa,” kata Abdul kepada NTBSatu, Minggu 8 Februari 2026.
Meski berdampak luas, Abdul Rais memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan infrastruktur cukup menjadi perhatian karena dapat menghambat aktivitas masyarakat.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun terdapat kerusakan jalan, talud jalan, serta satu rumah warga yang terdampak,” jelasnya.
Pihak kecamatan bersama aparat terkait langsung turun melakukan pendataan serta koordinasi penanganan pascabencana. Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan masih cukup tinggi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan dampak banjir dan mengimbau masyarakat agar tetap siaga. Terutama yang berada di wilayah rawan genangan,” pungkasnya.
Banjir yang melanda Empang ini kembali menjadi peringatan serius terhadap kerentanan wilayah terhadap cuaca ekstrem. Penanganan infrastruktur serta langkah mitigasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meminimalisir dampak bencana serupa di masa mendatang. (Marwah)



