Pemerintahan

Fahri Hamzah: Dari Program 3 Juta Rumah, Kualitas Hidup Dibangun

Jakarta (NTBSatu) – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah menegaskan, Program 3 Juta Rumah merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Menurutnya, program ini tidak boleh dipahami sebatas target angka. Melainkan, sebagai instrumen negara dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi rakyat.

“Program tiga juta rumah bukan sekadar angka. Dari program inilah kualitas hidup rakyat dibangun, sehingga pelaksanaannya harus cepat, tepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Fahri dalam kegiatan peluncuran hunian vertikal Kampung Bandan yang diselenggarakan oleh Bank BTN, Kamis, 15 Januari 2026.

Fahri Hamzah menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto, perihal tantangan utama pembangunan perumahan nasional saat ini. Bukan lagi pada ketersediaan anggaran maupun lahan, melainkan pada kecepatan pelaksanaan di lapangan.

IKLAN

“Tantangan utama pembangunan perumahan saat ini bukan lagi soal dana atau lahan, tetapi kecepatan eksekusi di lapangan,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Fahri menjelaskan, pemerintah telah membentuk Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan Rakyat (BP3R). Tujuannya, untuk mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah melalui penyederhanaan regulasi, perizinan, pembiayaan, serta pengadaan lahan yang terintegrasi.

Turut hadir pada kegiatan peluncuran hunian vertikal Kampung Bandan Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo. Kemudian, Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera BP Tapera, Dody Bursman, serta jajaran manajemen Bank BTN.

Sektor Perumahan sebagai Penggerak Perekonomian Nasional

Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo menyebut, sektor perumahan dan konstruksi memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian nasional.

“Di berbagai negara, sektor perumahan dan konstruksi menjadi andalan perekonomian. Karena itu, Indonesia juga perlu melakukan terobosan agar pembangunan perumahan dapat terkoordinasi dalam satu badan,” ujar Hasyim.

Ia menambahkan, sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu menegaskan, komitmen BTN untuk terus berada di garis depan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

“Kami bangga Bapak Presiden menugaskan Bapak Hasyim sebagai Ketua Satgas Perumahan dan beliau dapat hadir langsung pada momentum peluncuran hunian vertikal Kampung Bandan ini,” kata Nixon.

Ia menegaskan, BTN akan terus berperan aktif sebagai bank perumahan nasional dalam menyediakan pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“BTN berkomitmen penuh untuk terus mendukung Program Tiga Juta Rumah sebagai bagian dari peran kami dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak,” lanjutnya.

Dari sisi pembiayaan, Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera BP Tapera, Dody Bursman menyatakan, kesiapan BP Tapera untuk mendukung keberlanjutan program perumahan nasional.

“BP Tapera siap mendukung pembiayaan perumahan agar Program Tiga Juta Rumah dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Hunian vertikal Kampung Bandan sendiri dibangun melalui kerja sama dengan Al Qilaa International Group, perusahaan asal Dubai, Uni Emirat Arab, sebagai bagian dari upaya menghadirkan hunian perkotaan yang modern, layak, dan terjangkau. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button