Kota Mataram

Krisis Air di Rembiga Utara Tuntas, Warga Kini Tuntut Kompensasi

Mataram (NTBSatu) – Krisis air yang melanda warga Rembiga Utara, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, sejak 4 Januari 2026, akhirnya mulai teratasi.

Setelah aduan sempat tidak mendapat respons cepat, warga melalui perangkat lingkungan melakukan advokasi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk meminta kejelasan pihak PT Air Minum Giri Menang (AMGM).

Kepala Lingkungan Rembiga Utara, Dian Fajran Hadi menyampaikan, pihaknya sempat mengadu secara mandiri namun kurang mendapat tanggapan. Akhirnya, Lurah Rembiga dan Camat Selaparang mengadukan persoalan ini langsung kepada Pemkot Mataram.

“Melalui Lurah dan Camat kita ke Pemkot Mataram. Kemudian, Wali Kota memanggil pihak PDAM untuk melakukan pertemuan dan memberikan klarifikasi. Agar masyarakat tenang dan tidak anarkis,” ungkap Dian kepada NTBSatu, Kamis, 15 Januari 2026.

IKLAN

Adapun hasil dari advokasi tersebut, yakni adanya inisiasi pertemuan antara tokoh masyarakat dengan pihak PT AMGM. Pertemuan tersebut terjadi pada Senin malam, 12 Januari 2026.

Isi pembahasan dalam pertemuan tersebut terkait permasalahan air. Masyarakat meminta, PT Air Minum Giri Menang untuk mengoptimalisasi pengadaan air di lingkungan Rembiga Utara.

“Meningkatkan distribusi air dan injeksi pipa, baik dengan tandon ataupun dengan injeksi pipa agar mengalir,” ujarnya

Air Kembali Normal

Setelah pertemuan tersebut, PT AMGM langsung memperbaiki pipa berkolaborasi dengan masyarakat setempat. Akhirnya, pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 23.00 Wita, air kembali normal.

“Karena kerja bersama, alhamdulillah malam kemarin pukul 23.00 Wita air normal,” tambahnya.

Sementara itu, dalam rilis yang NTBSatu terima, PT Air Minum Giri Menang telah melakukan upaya percepatan perbaikan dengan melakukan pemerataan tekanan dan aliran air. Hal ini untuk pemulihan aliran air agar stabil dan normal kembali.

Selanjutnya, PT Air Minum Giri Menang juga melakukan pemantauan dan penelusuran ke lokasi terdampak untuk memastikan aliran air telah kembali normal.

Kendati demikian, mengingat sepuluh hari lamanya mengalami krisis air, masyarakat kemudian menuntut kompensasi kepada pihak PT AMGM atas kejadian tersebut.

Namun terkait dengan kompensasi tersebut, Dian menyampaikan, masyarakat akan mengajukannya kepada pihak PT Air Minum Giri Menang pada rapat internal.

“Kemudian masyarakat meminta kompensasi,” ucapnya.

Menanggapi poin kompensasi tersebut, sampai saat ini pihak PT AMGM belum memberikan pernyataan apa pun. Upaya konfirmasi NTBSatu kepada Humas PT Air Minum Giri Menang belum membuahkan hasil. (Salsa)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button