Cegah Tumpukan Sampah MBG, SMPN 15 Mataram Terapkan Sistem Pengembalian Residu ke Dapur
Mataram (NTBSatu) – Pengelolaan sampah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat sekolah menjadi isu krusial, seiring meningkatnya volume sisa makanan.
Sekolah kini dituntut memiliki manajemen pengelolaan sampah yang efektif, agar sisa atau residu MBG tidak menumpuk di lingkungan pendidikan.
Saat ini, sekolah tidak hanya menangani sampah harian rutin, tetapi juga menghadapi tambahan beban sampah dari program MBG.
Menyikapi hal tersebut, SMPN 15 Mataram menerapkan kesepakatan dengan pihak penyedia atau dapur MBG untuk menarik kembali residu.
Kepala SMPN 15 Mataram, Hj. Sri Wahyu Indriani menjelaskan, pihaknya mengambil langkah ini agar beban sampah sekolah tidak melonjak seiring berjalannya program nasional tersebut.
“Kami sudah ada kesepakatan sejak awal. Misalnya, jika ada sisa dari kulit-kulit buah, itu tetap dimasukkan ke dalam wadah atau omprengan tersebut untuk dikembalikan ke dapur MBG,” terangnya kepada NTBSatu, Selasa, 13 Januari 2026.
Sri menambahkan, sistem pengembalian ini berlaku untuk seluruh jenis menu. Jika menerima menu makanan ringan menggunakan goodie bag, maka tas tersebut beserta sisanya harus sekolah serahkan kembali ke dapur penyedia untuk dikelola lebih lanjut.
Selain manajemen teknis, pihak sekolah juga berupaya mengurangi beban sampah melalui edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menghabiskan makanan.
Sri menekankan, pihak sekolah membiasakan siswa mengonsumsi makanan bergizi secara tuntas agar tidak ada pangan yang terbuang sia-sia.
“Kami edukasi mereka untuk membiasakan diri makan sayur dan makanan bergizi lainnya, sehingga tidak ada sisa” ujar Sri.
Langkah ini sejalan dengan program Gerakan Sekolah Sehat yang telah memasuki tahun kedua di sekolah tersebut. Melalui program ini, sekolah secara aktif memantau pola makan siswa dengan melibatkan peran wali kelas dalam pengawasan harian. (*)



