Dua Mobil Ringsek Tertimpa Pohon, DLH Mataram Gercep Pangkas Dahan
Mataram (NTBSatu) – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat yang melanda Kota Mataram dalam beberapa hari terakhir, mulai memakan korban materiil.
Sebuah pohon besar di kawasan Abian Tubuh, Kecamatan Cakranegara, tumbang dan menimpa dua unit kendaraan roda empat hingga ringsek, Senin sore, 12 Januari 2026.
Merespons kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram langsung bergerak cepat (gercep) melakukan evakuasi. Serta, memperketat mitigasi dengan memangkas dahan pohon-pohon raksasa di sejumlah titik rawan.
Pohon Kokoh Ternyata Keropos
Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengungkapkan, insiden tersebut merupakan dampak dari kondisi cuaca yang tidak menentu.
Menurutnya, pohon yang tumbang di Abian Tubuh sulit diprediksi karena secara visual terlihat kuat namun memiliki masalah struktural di dalam.
“Memang kondisi yang tidak memungkinkan. Jika dianalisa dari ribuan pohon yang kita punya, alhamdulillah bisa dikatakan cuma satu ini yang tumbang. Masalahnya, pohon asem itu terlihat kokoh di luar, tapi ternyata dalamnya sudah keropos,” jelas Denny, Selasa, 13 Januari 2026.
Begitu menerima laporan adanya mobil yang tertimpa, tim DLH segera berkolaborasi dengan BPBD dan pihak kelurahan untuk melakukan pembersihan agar akses jalan kembali normal dan mengevakuasi kendaraan.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, DLH kini memaksimalkan perantingan atau pengurangan beban pohon di seluruh ruas jalan di Kota Mataram.
Fokus utama saat ini ke Jalan Pejanggik, mengingat di jalur tersebut banyak terdapat pohon berukuran besar dan berusia tua.
“Perantingan rutin tetap kami lakukan sebagai langkah antisipasi. Fokus kita sekarang di Jalan Pejanggik karena pohonnya besar-besar dan sudah tua,” tambahnya.
Denny mengakui, saat ini DLH Kota Mataram masih memiliki kendala dalam mendeteksi kesehatan internal pohon. Hingga kini, pihaknya belum memiliki alat khusus untuk memantau pengeroposan batang pohon secara dini.
“Kami belum punya alat deteksi keropos, kami tidak jadi beli. Jadi mitigasi saat ini adalah dengan perantingan atau mengurangi beban beban pohon itu secara manual,” ungkapnya.
Saat ini, tercatat ada sekitar 6.300 batang pohon di bawah pengawasan DLH Kota Mataram. Sesuai instruksi Wali Kota Mataram, Denny memastikan timnya akan terus melakukan mitigasi ketat selama musim hujan berlangsung untuk menjamin keselamatan warga dan pengguna jalan. (*)



