Viral! Pedagang di Arab Saudi Jualan Pakai Bahasa Sasak
Mataram (NTBSatu) – Sebuah unggahan viral di media sosial memperlihatkan interaksi antara salah satu pedagang di Arab Saudi, dengan pembeli asal Lombok.
Video yang diunggah akun Instagram @debysaputra.hondanagamotor langsung menjadi viral dan sorotan netizen. Sebab, terjadi interaksi lucu yang tidak terduga.
Dari cuplikan video, seorang pria bernama Deby memperlihatkan suasana saat berbelanja di salah satu toko Arab Saudi. Tampak suasana yang ramai dan aksi tawar menawar antara penjual dan pembeli.
Pria asal Lombok tersebut mengalami momen kocak sekaligus ngenes, karena mengaku sudah belajar keras bahasa Arab. Namun, ia kaget dengan kenyataan di lapangan akibat salah satu penjual bisa menggunakan bahasa Sasak.
“Sudah capek-capek belajar bahasa Arab, ternyata… 😁” tulisnya, yang NTBSatu kutip pada Selasa, 6 Januari 2026.
Fahri, justru terlihat mahir menggunakan bahasa Sasak saat menawarkan jualannya. Mulai dari menyapa pembeli dengan ramah hingga melakukan negosiasi.
“Lombok mbe side? Ndek ku mele satus, satu baluk pulu mele? Kepeng indo, dendek kepeng real. (Kamu Lombok mana? Saya nggak mau harga Rp100 ribu, satunya Rp80 ribu, mau? (Pakai) uang Indonesia, jangan uang Real),” ungkap Fahri.
Dengan jawaban Fahri, Deby harus menelan kekecewaan karena gagal mengeluarkan jurus bahasa Arab. Netizen juga tampak terkejut, sekaligus terhibur dengan momen mereka.
Tanggapan Netizen
Unggahan momen kocak ini langsung memunculkan beragam tanggapan dari netizen. Banyak yang merasa memiliki pengalaman yang sama dengan sang pria.
“MasyaAllah hebat bahasa Lomboknya, pasti bapak dan ibunya orang lombok itu,” tulis akun @laz***.
“Sasaknya nyasak banget,” tulis @nur**.
“Dia pernah tinggal di Lombok apa gimana nih?,” tulis @usa***.
Sebagai informasi, Indonesia menjadi salah satu penyumbang terbesar jemaah haji global. Pada 2025, tercatat sekitar 12,27 persen atau sekitar 1,8 juta jiwa berangkat ke Makkah.
Banyaknya jemaah haji menjadi pasar bagi para pedagang yang menawarkan barang maupun jasa. Tidak heran jika banyak pedagang yang mahir bahasa Indonesia bahkan Sasak, untuk menarik perhatian dan minat pembeli. (Inda)



