INTERNASIONAL

Iran Angkat Bicara soal Jerman, Inggris, Prancis Ancam Lawan Teheran

Jakarta (NTBSatu) – Iran angkat bicara setelah Jerman, Prancis, dan Inggris menyatakan kesiapan untuk melawannya serta mendukung perlawanan negara-negara Teluk terhadap Teheran.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menilai, langkah tiga negara Eropa tersebut tidak memiliki arti bagi Iran. Menurutnya, Iran tidak pernah mengusik kepentingan negara-negara tersebut.

IKLAN

“Langkah tersebut tidak memiliki arti dikarenakan kami bukan pihak yang menyerang kepentingan mereka. Kami berada dalam posisi membela negara dan masyarakat kami lah yang sedang terbunuh saat ini. Tentu saja kami tidak pernah menyerang negara manapun,” ujar Boroujerdi dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, mengutip CNNIndonesia, Senin, 2 Maret 2026.

Boroujerdi menegaskan, tindakan militer Iran saat ini murni sebagai bentuk bela diri atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. “Kami hanya memberikan reaksi terhadap serangan yang terjadi kepada negara kami,” tegasnya.

Pernyataan Jerman, Inggris, Prancis

Sebelumnya, Prancis, Jerman, dan Inggris dalam pernyataan bersama pada Minggu, 1 Maret 2026, menyatakan siap membela kepentingan mereka serta mendukung sekutu di kawasan Teluk. Ketiganya menegaskan akan mengambil “tindakan defensif” guna menghancurkan kemampuan militer Iran.

“Serangan sembrono Iran telah menyasar sekutu dekat kami dan mengancam personel militer. Serta, warga sipil kami di seluruh kawasan,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut, mengutip AFP.

Ketiga negara itu juga menyatakan, akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan dan sekutu mereka di kawasan. Hal tersebut melalui pengaktifan tindakan defensif dan proporsional, termasuk menghancurkan kemampuan Iran dalam menembakkan rudal dan drone.

Ketegangan meningkat setelah Iran meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah, menyusul serangan Washington dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. Adapun targetnya, fasilitas militer AS di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, hingga Arab Saudi.

Negara-negara Teluk tersebut mengecam serangan Iran yang memasuki wilayah mereka. Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk lainnya, kemudian mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu yang mengindikasikan kesiapan untuk melawan Iran.

“[Kami] akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela keamanan dan stabilitas. Serta untuk melindungi teritori, warga negara, dan penduduk, termasuk opsi untuk menanggapi agresi ini,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sejak awal, Iran telah memperingatkan akan menyerang pangkalan AS di kawasan Timur Tengah apabila wilayahnya diserang. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menekankan, serangan tersebut untuk membalas AS, bukan untuk menyerang negara-negara tetangga.

“Iran tidak memiliki masalah dengan negara-negara tetangga di Teluk Persia. Iran mempertahankan hubungan bertetangga yang baik dengan mereka semua,” kata Araghchi. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button