Hiu Paus dan Barapan Kebo Jadi Magnet Wisatawan Asing, Sumbawa Matangkan Sail to Indonesia 2026
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Sail to Indonesia 2026. Event ini akan berlangsung pada 18–23 September mendatang.
Agenda pelayaran internasional itu kembali membawa peserta kapal layar dari berbagai negara ke Pulau Sumbawa. Pemerintah daerah pun menyiapkan dua destinasi unggulan, yakni wisata Hiu Paus di Teluk Saleh dan tradisi Barapan Kebo, sebagai daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Pemasaran Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Awaliyah Mutmainnah, S.E., mengatakan wisatawan asing yang datang melalui kapal pesiar maupun Sail to Indonesia selama ini lebih banyak memilih dua destinasi tersebut daripada objek wisata lainnya.
“Kalau kapal pesiar datang ke Sumbawa, tujuan utama wisatawannya pasti Hiu Paus dan Barapan Kebo. Dua destinasi itu yang paling banyak mereka cari,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Awaliyah, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa menyiapkan penyambutan peserta melalui opening ceremony. Selanjutnya, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) menyusun paket perjalanan wisata yang memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan sejarah Kabupaten Sumbawa.
Paket wisata itu tidak hanya mengajak wisatawan menikmati pengalaman berenang bersama hiu paus atau menyaksikan Barapan Kebo, tetapi juga mengenalkan kawasan heritage melalui city tour di Kota Sumbawa Besar. Dispopar juga mulai mengembangkan kawasan Jorok sebagai destinasi berbasis budaya yang dapat melengkapi pilihan wisata selama peserta berada di Sumbawa.
Perkuat Wisata Budaya
Awaliyah menilai pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan wisata alam. Kabupaten Sumbawa juga memiliki kekayaan budaya yang mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Barapan Kebo menjadi salah satu contohnya. Tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Sumbawa itu kini berkembang menjadi atraksi budaya yang selalu menarik perhatian wisatawan asing setiap kali kapal pesiar maupun peserta Sail to Indonesia singgah di daerah tersebut.
Untuk menjaga keaslian tradisi, Dispopar terus berkolaborasi dengan komunitas Barapan Kebo. Pemerintah daerah mengambil peran sebagai koordinator, sementara komunitas tetap menjadi pelaksana utama setiap atraksi budaya.
“Kami tetap bekerja sama dengan komunitas. Mereka yang menjalankan atraksinya, sedangkan kami berperan sebagai koordinator,” kata Awaliyah.
Selain memperkuat promosi pariwisata, Sail to Indonesia juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran wisatawan mancanegara memberi ruang bagi pelaku UMKM, pemandu wisata, pengelola homestay, hingga komunitas budaya untuk memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
Melalui penguatan wisata bahari dan budaya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap kunjungan wisatawan terus meningkat sekaligus memperkuat posisi Sumbawa sebagai salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat. (*)




