HukrimLombok Timur

Kepala Wilayah sebut Terduga Perampok Minimarket di Aikmel Jalani Perawatan Mental

Lombok Timur (NTBSatu) – Polres Lombok Timur menangkap seorang pria berinisial A.I. yang diduga merampok dua minimarket di Kecamatan Aikmel. Di sisi lain, pihak keluarga menyebut A.I. telah menjalani perawatan akibat gangguan mental selama sekitar tiga tahun terakhir.

Aksi perampokan terjadi di Alfamart dan Indomaret di Kecamatan Aikmel pada Minggu malam, 19 Juli 2026. Berdasarkan laporan polisi, pelaku mengancam karyawan menggunakan senjata tajam sebelum membawa kabur uang tunai dan sejumlah barang dagangan. Dua karyawan berinisial M.A.P.K. dan C.N.U. mengalami kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah.

Kurang dari 24 jam setelah menerima laporan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Lombok Timur melakukan penyelidikan dan menangkap A.I. di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Senin, 20 Juli 2026.

IKLAN

Polisi mengamankan uang tunai Rp12.898.000 sebagai barang bukti dan membawa terduga pelaku ke Polres Lombok Timur untuk menjalani penyidikan.

Kapolres Lombok Timur AKBP, Ariakta Gagah Nugraha mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil gerak cepat tim di lapangan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan respons yang cepat terhadap setiap laporan tindak pidana. Berkat kerja keras tim di lapangan, pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat beserta barang bukti yang berhasil disita,” ujarnya.

Sebut Pelaku Alami Gangguan Kesehatan Mental

Sementara itu, Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Gubuk Motong Desa Apitaik, Suhardi mengatakan, kondisi kejiwaan A.I. kerap berubah. Pada Minggu malam sebelum kejadian, ia masih sempat berbincang dengan A.I. sebelum pria tersebut meminta izin untuk beristirahat.

Beberapa jam kemudian, Suhardi menerima kabar adanya perampokan di Aikmel. Keesokan paginya, aparat menghubunginya untuk memastikan identitas terduga pelaku.

Menurut Suhardi, keluarga telah beberapa kali membawa A.I. menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Mataram. Terakhir, mereka membawanya pada bulan Ramadan lalu.

Namun, A.I. tidak kooperatif dan tidak rutin menjalani kontrol maupun mengonsumsi obat.

“Setelah pulang dari rumah sakit kondisinya sempat membaik. Tetapi dia tidak disiplin kontrol dan tidak rutin minum obat,” katanya.

Suhardi juga mengatakan A.I. masih berstatus mahasiswa dan sedang menyusun skripsi di STMIK Anjani.

Suhardi menduga persoalan keluarga dan tekanan ekonomi memicu gangguan mental A.I., meski Ia belum mengetahui penyebab pastinya.

Menurutnya, saat kondisinya stabil, A.I. dapat berkomunikasi dengan baik. Namun, ketika gangguan itu kambuh, ia sulit diajak berkomunikasi dan kerap mengingat kembali berbagai peristiwa yang telah lama berlalu. (*)

Artikel Terkait