HukrimLombok Utara

Kesaksian Pacar Mahasiswi Unram Tewas di Pantai Nipah, Sempat Dituduh dan Diancam

Mataram (NTBSatu) – Kesaksian Radit, pacar mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang ditemukan tewas di Pantai Nipah, ramai beredar di media sosial.

Salah satu unggahan dari akun TikTok @jihan.aja0797 menampilkan kondisi Radit yang tengah berbaring di ruang perawatan. Video tersebut langsung menyita perhatian publik, terbukti dari ribuan tanda suka dan ratusan komentar.

Radit menceritakan peristiwa yang menimpanya saat ia bersama sang kekasih, Vira, duduk santai di area sepi sekitar Pantai Nipah pada Rabu, 27 Agustus 2025, petang.

Saat suasana mulai gelap menjelang matahari terbenam, seorang pria tiba-tiba muncul dari arah tebing sambil membawa sebatang bambu. Kehadiran orang tak dikenal itu sontak membuat suasana menjadi tegang.

“Tadi itu kan kami duduk di ujung Pak, tiba-tiba dia (pelaku) datang dari atas kami,” tutur Radit dengan suara lirih

IKLAN

Menurut Radit, pria berusia sekitar 20 hingga 30 tahun tersebut langsung menuduhnya bersama mahasiswi Unram tersebut berbuat hal yang tidak pantas. Radit mencoba menjelaskan bahwa tuduhan itu tidak benar dengan menunjukkan isi tas mereka.

“Saya sudah bilang, ‘Kita enggak ngapa-ngapain, Pak. Periksa saja tas kami ini’. Saya tunjukkin, isinya cuman jajanan doang,” ungkap Radit.

Namun, pelaku tetap tidak menerima penjelasan tersebut. Ia menahan Radit dan Vira yang hendak pulang.

Korban dipukul

Situasi semakin mencekam ketika pelaku melayangkan pukulan keras hingga membuat Radit tak sadarkan diri. Ia baru kembali sadar setelah mendapat pertolongan pada malam harinya.
“Terus saya pingsan, Pak. Bangunnya pas ibu ini datang, malamnya,” ungkap Radit

Selain menuduh, pelaku juga sempat mengancam akan membawa mereka ke kepala dusun. “Cuman dibilangin, ‘Kalian ini mau macam-macam, bisa saya bawa ke kadus kalian ya,’” jelas Radit.

IKLAN

Radit mengaku sama sekali tidak mengenal pria tersebut. Ia hanya mampu mengingat ciri-ciri pelaku dengan rambut pendek serta celana pendek, tanpa bisa memastikan pakaian lain karena kondisi sekitar sudah gelap.

“Saya enggak pasti ingatnya, Pak, soalnya agak mulai gelap itu saya pengen pulang,” tegasnya.

Hingga kini, Radit masih menjalani perawatan akibat luka yang ia alami. Motif di balik penganiayaan itu belum terungkap, sementara kesaksian Radit menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan lebih lanjut. (*)

Berita Terkait

Back to top button