Wagub NTB: Tamsis Miliki Pemimpin yang Menginspirasi dan Menjaga Relasi

Mataram (NTBSatu) – STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima menggelar kegiatan Latihan Pemimpin Beradab tanggal 15-17 Juli 2025 di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat.
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.IP., M.IP., turut hadir memberikan apresiasi mendalam. Ia juga menitipkan harapan besar kepada kampus yang sedang bersiap menjadi motor intelektual di Pulau Sumbawa ini.
Di hadapan peserta pelatihan yang terdiri dari pemimpinan Organisasi Tata Kelola (OTK) lingkup Tamsis, Dinda -sapaan Wagub NTB-, menyampaikan kebanggaan atas eksistensi dan semangat STKIP Tamsis Bima. Dalam membangun generasi pemimpin yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga bijak dalam menjaga hubungan dan membangun jejaring sosial yang konstruktif.
“Saya bangga memiliki ketua perguruan tinggi seperti Dr. Ibnu Khaldun, yang mampu menjaga hubungan baik dari semua sisi. Di provinsi, beliau tahu menempatkan diri. Di masyarakat, beliau hadir dan memberi,” tuturnya.
Menurutnya, menjadi pemimpin bukan sekadar mengejar label akademik. Tetapi juga kemampuan menjalin hubungan, membangun komunikasi yang beradab, dan menciptakan iklim kolaboratif.
Dinda menyinggung, sebagai Wagub NTB dan Mantan Bupati Bima dua periode, ia terus belajar tentang pentingnya menjaga komunikasi dengan semua pihak. Bahkan dengan yang tak sepaham sekalipun.
Ia pun membagikan kisah inspiratif dari seorang tokoh kepolisian yang mengajarinya untuk menjabat tangan 150 orang setiap hari. Termasuk pihak yang tidak menyukainya.
“Senyum itu bukan sekadar ekspresi, tapi pancaran keikhlasan dari dalam hati,” katanya penuh makna.
Kontributor Kemajuan IPM dan Intelektual NTB
Umi Dinda menyampaikan, Tamsis kini menjadi perhatian publik. Kampus yang dulu sederhana kini bergerak agresif dalam mengejar kualitas.
Targetnya jelas, memiliki 30 dosen bergelar doktor pada tahun 2027, membuka program Pascasarjana. Serta, memperluas pengaruh akademik hingga mampu mendorong kemajuan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Ia juga mengamini pentingnya kampus menjadi wadah aspirasi mahasiswa dan pusat pembinaan karakter yang autentik. Apalagi Tamsis dikenal dengan program Subuh berjamaah, iklim dzikir, dan budaya akademik yang menghargai keikhlasan.
“Saya senang sekali jika bisa menjadi dosen di kampus ini. Di tengah tantangan dan keterbatasan, Tamsis bisa melaksanakan kegiatan sehebat ini. Saya titip doa, semoga semua yang hadir di sini kelak bisa sukses. Tidak hanya dalam karier, tetapi juga bermanfaat untuk Dana Mbojo,” ungkapnya.
Jelang penutupan, sesi diskusi antara Wagub NTB dan para peserta semakin menegaskan, pelatihan ini bukan hanya ajang formalitas.
Beberapa pertanyaan kritis dari dosen seperti Ahyar, M.Pd., dan Dr. Syarifudin, M.Pd., dibalas dengan refleksi mendalam. Isinya, tentang pentingnya public speaking berbasis empati, dan usulan agar pemerintah membuka ruang apresiasi mahasiswa di lingkungan kampus.
Umi Dinda menggarisbawahi, ke depan, pemerintah daerah siap berkolaborasi lebih erat dengan perguruan tinggi. Termasuk STKIP Taman Siswa Bima, dalam menciptakan generasi pemimpin yang tidak hanya cakap, tapi juga punya nilai, karakter, dan daya tahan moral.
Kehadiran Umi Dinda bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai sahabat kampus, guru kehidupan, dan inspirator perubahan.
Workshop Pemimpin Beradab telah menunjukkan, kampus ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat tumbuh. Dan dari Mataram, nyala semangat itu membakar harapan: dari Tamsis, akan lahir pemimpin yang tidak hanya cerdas berpikir, tetapi juga tulus dalam melayani. (*)