Banjir Landa 12 Kelurahan di Mataram, Ribuan Warga Terdampak dan Rumah Terendam

Mataram (NTBSatu) – Banjir besar yang melanda Kota Mataram pada Minggu, 6 Juli 2025 menyebabkan dampak luas di berbagai wilayah.
Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari dengan intensitas tinggi, menyebabkan meluapnya sungai dan genangan air setinggi hingga tiga meter di sejumlah titik.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, bencana ini merendam setidaknya 12 kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan. Yakni Cakranegara, Sekarbela, dan Sandubaya, dengan total ribuan warga terdampak.
“Total sebaran wilayah terdampak sangat luas, dan kami masih dalam proses verifikasi lapangan. Beberapa titik belum bisa dijangkau karena genangan belum surut dan arus cukup deras,” ujar Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki kepada NTBSatu, Senin, 7 Juli 2025.
Rincian Dampak Banjir
Di Kecamatan Cakranegara, empat kelurahan terdampak cukup parah. Karang Taliwang, sebanyak 30 jiwa terdampak, dan fasilitas pendidikan seperti SDN 24 Cakranegara turut terendam.
Sementara di Mayura, tercatat 331 jiwa terdampak, terutama di sekitar permukiman Pamotan. Di Cakranegara Selatan Baru, 62 jiwa terdampak dan 17 di antaranya terpaksa mengungsi ke luar kelurahan; tujuh orang ke Mambalan dan sepuluh lainnya ke Abian Tubuh.
Di Cakranegara Barat, sebanyak 189 jiwa ikut terdampak, meskipun data pengungsian dan kerusakan belum terinci.
Sementara, dampak banjir di Kecamatan Sekarbela bahkan lebih besar. Di Kelurahan Kekalik, 76 jiwa terdampak dan sebuah panti jompo ikut terendam. Kelurahan Tanjung Karang mencatat 5.000 jiwa terdampak, dengan beberapa masjid ikut terendam dan dimanfaatkan sebagai tempat evakuasi sementara.
Di Karang Pule, angka terdampak lebih tinggi lagi, yakni 11.000 jiwa, dengan masjid juga menjadi tempat berlindung warga. Sementara itu, di Jempong Baru, 32 jiwa terdampak dan mengungsi ke Asrama Haji.
Di Kecamatan Sandubaya, dampak banjir juga cukup signifikan. Di Selagalas, banjir merendam 201 rumah dengan ketinggian air 1 hingga 3 meter. Sebanyak 95 kepala keluarga terdampak, dengan enam rumah rusak berat dan satu kendaraan turut rusak.
Di Kelurahan Mandalika, 93 kepala keluarga terdampak dan satu warga mengalami luka berat hingga lumpuh, korban telah dievakuasi ke Puskesmas Cakranegara. Sementara di Dasan Cermen, 34 kepala keluarga terdampak.
Dampak terluas terjadi di Kelurahan Abian Tubuh Baru, di mana 2.072 kepala keluarga terdampak dan mengungsi ke rumah keluarga maupun masjid sekitar.
Pemerintah Imbau Tetap Waspada
Ahmad menambahkan, BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan telah melakukan evakuasi, asesmen kerusakan, serta distribusi bantuan darurat.
Bantuan logistik seperti makanan siap saji, air mineral, terpal, selimut, dan tikar telah mulai disalurkan ke beberapa titik terdampak, lokasi yang digunakan sebagai tempat pengungsian seperti masjid dan asrama haji.
Meski hujan telah reda pada Senin dini hari, sejumlah permukiman masih tergenang air. Kondisi ini menyulitkan mobilitas warga dan tim evakuasi, terutama di daerah dengan arus air yang deras.
“Pemerintah Kota Mataram mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, menjaga kebersihan drainase, dan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air,” pungkasnya. (*)