tvOne Minta Maaf Usai Pakai Gambar Ponpes Al-Ishlahuddiny dalam Berita Santri Terbakar
Mataram (NTBSatu) – Pihak manajemen tvOne secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan pengurus Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlahuddiny Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis, 16 Juli 2026.
Langkah ini merupakan respons langsung setelah pihak Ponpes melayangkan somasi terkait kesalahan penayangan gambar Ponpes dalam program berita mereka. Pembawa acara dalam siaran program Kabar Pagi tvOne menyampaikan permohonan maaf tersebut secara langsung.
“Tim redaksi tvOne menyampaikan permohonan maaf kepada para pimpinan dan pengurus Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny yang berada di Kediri,” ujarnya, mengutip YouTube tvOne pada Kamis, 16 Juli 2026.
Selanjutnya, pihak redaksi mengakui adanya kekeliruan penggunaan gambar latar lingkungan pesantren tersebut. Mereka mengklaim visual tersebut muncul saat menayangkan materi berita Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI.
tvOne menegaskan, gambar yang tayang pada Rabu, 15 Juli 2026 tersebut bukanlah lokasi tempat peristiwa yang sebenarnya.
Sorotan dan Desakan Warganet di Media Sosial
Klarifikasi terbuka ini segera menuai beragam sorotan dari masyarakat. Di kolom komentar YouTube tvOne, warganet menyampaikan protes dan kritik terkait kecerobohan redaksi tersebut.
Seorang warganet menuliskan kritik tajam dan menyebut permintaan maaf saja tidak cukup. Mereka meminta agar pihak tvOne langsung berkunjung dan menemui pihak Ponpes.
“Enak saja hanya sekedar minta maaf setelah apa yang diperbuat,” tulis akun @zaelyputrawan2007.
Sementara itu, warganet yang lain menilai permohonan maaf melalui siaran langsung belum cukup kuat untuk memulihkan dampak sosial institusi. Mereka secara spesifik meminta pertanggungjawaban dari seluruh kru yang terlibat.
“Silakan sowan ke guru kami. Semua pihak, baik yang taking video, penyiar, editor, redaktur,” tulis akun @mtauhidrahmatullah3558.
Kritik atas Ketidakakuratan Geografis
Selain menuntut kehadiran fisik manajemen ke Ponpes, warganet juga menyoroti kejanggalan dalam pembacaan teks klarifikasi oleh presenter. Pembaca berita sempat menyebutkan lokasi Ponpes Al-Ishlahuddiny berada di “Kediri Lombok Tengah”. Padahal secara administratif kecamatan Kediri terletak di Kabupaten Lombok Barat.
Kesalahan berulang ini memicu kritik dari warga lokal. Seorang warganet menyoroti kesalahan berulang yang manajemen tvOne lakukan. “Salah-salah sebut. Kediri itu Lombok Barat bukan Lombok Tengah,” tulis IndahParliza.
Komentar ini disusul oleh tanggapan warganet lain yang menyayangkan lemahnya riset redaksi. “Makanya cari info yang bener lah,” tulis akun @NatasyaAena.
Di akhir klarifikasinya, manajemen tvOne menyatakan kekeliruan ini akan menjadi pengalaman berharga bagi internal redaksi. Mereka berkomitmen untuk memperbaiki proses verifikasi konten visual agar kesalahan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (*)




