Kolaborasi KKN Unizar dan UPN Veteran Jatim Perkuat Desa Wisata dan UMKM Digital di Lombok Barat
Mataram (NTBSatu) – Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) mengawali pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Ke-43, melalui pembekalan bagi 266 mahasiswa, Selasa, 14 Juli 2026.
Program tersebut mengusung tema Transformasi Pariwisata dan UMKM Desa Berbasis Inovasi dan Digitalisasi Berkelanjutan. Tema ini bertujuan untuk memperkuat desa wisata serta mendorong kemajuan UMKM di Kabupaten Lombok Barat.
Mahasiswa akan menjalankan pengabdian selama satu bulan pada 12 desa yang berada di Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada.
Unizar juga memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB.
Selain itu, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Barat, serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan tersebut melanjutkan kerja sama yang telah terjalin antara Unizar, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Ketua Panitia KKN-PPM Ke-43, Abdul Basit, S.Pd., M.E, menyampaikan tema tahun ini menjadi arah bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi atas potensi maupun tantangan yang ada pada setiap desa.
“Tema yang diusung adalah Transformasi Pariwisata dan UMKM Desa Berbasis Inovasi dan Digitalisasi Berkelanjutan. Tema ini diharapkan menjadi landasan bagi seluruh peserta untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan potensi desa melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 266 mahasiswa berasal dari sembilan program studi. Pelaksanaan KKN kali ini juga melibatkan empat mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur sebagai wujud kolaborasi antarperguruan tinggi.
Mahasiswa akan melaksanakan program pengabdian pada Desa Batu Kumbung, Batu Mekar, Duman, Karang Bayan, Lingsar, Segerongan, Suranadi, Sesaot, Pakuan, Buwun Sejati, Mekar Sari, dan Reban Madani.
Mahasiswa Siap Dorong Inovasi Desa
Kepala Bagian Publikasi dan HKI LPPM Unizar, Dr. Alvin Juniawan, S.Si., M.Si, mewakili Ketua LPPM Unizar menegaskan, KKN-PPM menjadi program strategis untuk menguatkan pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu, tetapi juga berperan sebagai penggerak pembangunan desa.
“Program ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Alvin, pelaku UMKM desa membutuhkan dukungan digital agar mampu memperluas pasar. Produk lokal yang berkualitas masih menghadapi tantangan pada aspek legalitas, sertifikasi, branding, hingga pemasaran.
“Banyak produk UMKM yang berkualitas masih terkendala legalitas, sertifikasi, hingga pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional. Padahal, pemanfaatan teknologi digital dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal,” jelasnya.
Selama pembekalan, mahasiswa memperoleh materi tentang pengembangan desa wisata, branding produk, digital marketing, marketplace, kecerdasan buatan (AI), serta penyusunan program kerja berbasis potensi desa.
Rektor Unizar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P. menilai, tema KKN tahun ini selaras dengan perkembangan NTB sebagai destinasi wisata nasional. Menurutnya, kemajuan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan penguatan UMKM desa.
“Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu destinasi wisata yang terus berkembang. Di sisi lain, kita juga ingin mendorong desa-desa agar semakin berdaya melalui pengembangan UMKM yang inovatif. Kehadiran UMKM yang kuat akan menjadi pendukung utama sektor pariwisata sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu beradaptasi selama menjalankan KKN. “Keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasannya, tetapi juga oleh kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan. Gunakan waktu satu bulan ini untuk belajar, mengabdi, dan memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat,” pesannya. (*)




