PemerintahanSumbawa Barat

Sempat Sepi Peminat, 21 Desa KSB Akhirnya Rampungkan Panitia Pilkades

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Sebanyak 21 desa di Kabupaten Sumbawa Barat mulai mematangkan persiapan menjelang pemilihan kepala desa serentak. Badan Permusyawaratan Desa mengawal ketat pembentukan Panitia Penyelenggara Pemilihan Kepala Desa melalui musyawarah warga.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbawa Barat, H. Abdul Hamid, memastikan seluruh desa telah merampungkan agenda awal ini. Proses pembentukan kepanitiaan tingkat desa tersebut akhirnya tuntas setelah melalui dinamika yang cukup panjang.

“Alhamdulillah untuk pembentukan Panitia Pilkades, semua desa sudah menyelesaikannya,” ujar Abdul Hamid, Minggu, 12 Juli 2026. 

IKLAN

Keberhasilan ini menjadi kabar baik setelah beberapa wilayah sempat melaporkan minimnya minat warga menjadi panitia pilkades. Desa Tepas Sepakat merupakan salah satu wilayah yang sempat mengalami kesulitan mencari figur pengurus.

Warga setempat awalnya enggan mendaftarkan diri sebelum akhirnya menyepakati susunan organisasi kepanitiaan yang baru. Kondisi kekosongan peminat tersebut sempat memicu kekhawatiran dari berbagai pihak.

“Sempat BPD menyampaikan tidak ada yang minat jadi panitia,” ujarnya. 

IKLAN

Pemerintah daerah kini telah menerima surat keputusan resmi mengenai struktur organisasi dari desa yang bersangkutan. Langkah cepat tersebut menyelamatkan tahapan pilkades, sehingga proses demokrasi tetap berjalan sesuai jadwal semula.

“Tapi terbaru mereka sudah kirim SK Panitia Pilkadesnya yang sudah terbentuk ke kami,” tambahnya. 

Panitia kabupaten segera mengundang para pengurus desa untuk menyusun tata tertib pelaksanaan pemilihan tersebut. Regulasi lokal itu wajib mengacu pada draf utama yang mengalir dari panitia tingkat kabupaten.

“Di pertemuan nanti kita akan sampaikan draft-nya sebagai bahan PPKD membuat tatibnya,” katanya. 

Agenda krusial berikutnya mengharuskan panitia desa segera menyusun sekaligus mengajukan proposal anggaran operasional. Pengajuan rincian kebutuhan biaya tersebut harus tuntas sebelum tahapan inti pemilihan bergulir secara resmi.

Panitia kabupaten menjadwalkan pembukaan pendaftaran para calon kepala desa pada bulan Agustus mendatang. Ketepatan waktu penyusunan hal teknis sangat memengaruhi kelancaran seluruh proses penjaringan pemimpin desa baru. (*) 

Artikel Terkait