Sumbawa Besar (NTBSatu) – Langkah panjang menuju arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 resmi dimulai. Di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis 9 Juli 2026, ratusan atlet berkumpul membawa semangat yang samaaitu mengukir prestasi dan mengangkat nama Tau Tana Samawa di panggung olahraga Nusa Tenggara Barat.
Sebanyak 626 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial akan memperkuat kontingen Kabupaten Sumbawa. Mereka akan bertanding pada 31 cabang olahraga yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di NTB.
Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., mengatakan beberapa cabang olahraga sudah memulai pertandingan lebih awal. Karena itu, keberangkatan kontingen berlangsung secara bertahap menyesuaikan jadwal dan lokasi pertandingan.
Menurutnya, penyebaran venue di sejumlah daerah menjadi tantangan tersendiri dalam mengatur mobilisasi atlet dan ofisial. Namun, seluruh persiapan telah rampung sehingga setiap cabang olahraga siap menjalani pertandingan sesuai agenda.
Rafiq optimistis kontingen Sumbawa mampu memperbaiki capaian Porprov sebelumnya. Tahun ini KONI memasang target 64 medali emas, 70 medali perak, dan 114 medali perunggu sebagai pijakan untuk menembus posisi dua besar klasemen akhir.
“Kami tidak hanya mengejar jumlah medali. Kami ingin membuktikan bahwa pembinaan atlet yang selama ini berjalan mampu melahirkan prestasi yang lebih baik,” ujarnya.
Bawa Harapan Masyarakat Sumbawa
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengingatkan seluruh atlet bahwa mereka tidak sekadar mengikuti pertandingan, tetapi membawa nama baik Kabupaten Sumbawa di hadapan seluruh daerah di NTB.
Ia menjelaskan Sumbawa belum mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pada Porprov kali ini. Kondisi kemampuan fiskal daerah, ditambah keputusan sejumlah kabupaten/kota yang menghendaki pemusatan pertandingan di Kota Mataram, menjadi alasan utama.
Meski demikian, menurut Jarot, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat bertanding para atlet.
“Kita mungkin belum menjadi tuan rumah, tetapi dukungan kepada atlet tidak pernah berkurang. Pemerintah tetap memberikan perhatian penuh agar mereka mampu memberikan hasil terbaik,” katanya.
Jarot menilai target menempati posisi dua besar bukan sesuatu yang berlebihan. Ia melihat kualitas atlet Sumbawa berkembang cukup baik dan memiliki peluang bersaing dengan daerah lain.
Namun, ia meminta seluruh atlet tidak hanya berorientasi pada perolehan medali.
“Kerja keras, kesungguhan, disiplin, keikhlasan, dan doa menjadi modal utama. Jika semua itu terjaga, prestasi akan datang dengan sendirinya,” ujarnya.
Ia juga meminta para pelatih dan ofisial terus mendampingi atlet selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kehadiran tim pendamping sangat penting untuk menjaga mental, kekompakan, sekaligus membangun kepercayaan diri atlet saat bertanding.
Menutup arahannya, Jarot mengajak seluruh kontingen menjaga sportivitas serta menjadikan setiap pertandingan sebagai ruang untuk menunjukkan karakter atlet Sumbawa.
“Kalian membawa harapan masyarakat Sumbawa. Bertanding lah dengan penuh semangat, junjung sportivitas, dan pulanglah dengan kebanggaan karena telah memberikan yang terbaik untuk daerah,” pesannya. (*)




