Unram Perkuat Implementasi Kampus Berdampak, Dorong Riset hingga Solusi untuk Masyarakat
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) memperkuat implementasi kebijakan Kampus Berdampak sebagai arah baru transformasi pendidikan tinggi.
Unram menggelar Sosialisasi Kebijakan Kampus Berdampak bertajuk Politik Anggaran Pendidikan Tinggi, Otonomi Tata Kelola, dan Dampak Ekonomi di Ruang Sidang Senat Unram, Sabtu, 6 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., serta Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si.
Melalui forum itu, Unram mendorong penguatan kebijakan, tata kelola, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan agar perguruan tinggi mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menegaskan Unram terus menghubungkan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program strategis.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan dan menghasilkan publikasi ilmiah. Kampus juga harus melahirkan inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat.
“Unram terus menguatkan berbagai keunggulan yang dimiliki, salah satunya melalui pengembangan laboratorium unggulan rumput laut. Kami juga sedang memperkuat berbagai program Kampus Berdampak, termasuk Program Profesor Berdampak yang akan kami sinergikan dengan program Desa Berdaya Pemerintah Provinsi NTB,” ujarnya.
Selain itu, Unram terus mendorong lahirnya riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat melalui berbagai skema pendanaan penelitian strategis.
Sukardi juga mengembangkan berbagai sumber pendapatan atau income generating untuk memperkuat kemandirian institusi. Salah satu program yang menjadi prioritas ialah pengembangan rumah sakit pendidikan.
Menurutnya, rumah sakit pendidikan tidak hanya meningkatkan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., mengapresiasi berbagai capaian Unram.
Ia menegaskan akses pendidikan tinggi harus tetap terbuka bagi seluruh anak bangsa, terutama generasi muda yang memiliki kemampuan akademik tetapi terkendala kondisi ekonomi.
“Jangan sampai anak-anak kita yang memiliki kemampuan akademik terbaik harus mengubur mimpinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena keterbatasan yang mereka miliki. Tanggung jawab terhadap masa depan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Khairul menilai pendidikan tinggi memegang peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Karena itu, pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat perlu memperkuat kolaborasi agar akses dan mutu pendidikan terus meningkat.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., menilai pembahasan Kampus Berdampak sangat relevan menjelang penyusunan kebijakan dan anggaran pendidikan nasional tahun 2027.
Ia memastikan Komisi X DPR RI terus mendorong penguatan anggaran pendidikan tinggi agar perguruan tinggi mampu menjalankan fungsi pendidikan, riset, dan pengabdian secara optimal.
Selain menghadirkan para pemangku kebijakan, Unram juga menggelar diskusi mengenai transformasi perguruan tinggi menuju impactful university.
Prof. Dr. Supadi, M.Pd., menjelaskan perguruan tinggi kini menghadapi tuntutan yang semakin besar untuk menunjukkan manfaat sosial dan ekonomi dari setiap aktivitas akademik.
Menurutnya, tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi, tuntutan akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan, serta kebutuhan inovasi menjadi alasan konsep Kampus Berdampak semakin mendesak untuk diterapkan.
“Kampus harus menjadi motor penggerak perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” jelasnya.
Pandangan tersebut diperkuat Prof. Agusdin, S.E., MBA., DBA. Ia menjelaskan perguruan tinggi harus berperan sebagai agen pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi dan hilirisasi teknologi.
Menurut Agusdin, transformasi menuju impact-based university dapat terwujud melalui kolaborasi akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Melalui sosialisasi tersebut, Unram ingin memperkuat perannya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan riset, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. (*)




