SMAN 2 Taliwang Temukan Lulusan SMP Masih Sulit Kerjakan Soal Tingkat SD
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Hasil pemetaan kemampuan dasar peserta didik baru di SMAN 2 Taliwang menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Mayoritas siswa baru lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), ternyata belum menguasai kemampuan numerasi dasar.
Kenyataan lapangan menunjukkan, banyak siswa masih kesulitan menyelesaikan soal hitungan yang setara dengan tingkat Sekolah Dasar (SD). Data internal lembaga mencatat hanya 29 siswa atau 13,43 persen yang mampu mengerjakan soal numerasi dasar.
Sebaliknya, sebanyak 187 siswa atau 86,57 persen dari total 216 peserta pemetaan belum menguasai materi matematika tersebut. Pihak sekolah menyelenggarakan pemetaan kompetensi ini setelah seluruh peserta menyelesaikan proses Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Langkah ini murni berfungsi sebagai instrumen potret kemampuan awal, bukan bagian dari proses seleksi masuk SMA. Data awal tersebut menjadi dasar penting bagi guru, untuk menyusun strategi pembelajaran selama masa pendidikan SMA.
Kepala SMAN 2 Taliwang, Nurul Jihad, S.Ag., M.Pd. menjelaskan, situasi ini merupakan tantangan rutin setiap tahun. Pihak sekolah selalu menghadapi masalah serupa terkait rendahnya dasar akademik siswa tamatan SMP pada awal semester.
“Setiap tahun ajaran baru kami selalu keteter menghadapi kemampuan dasar siswa terutama pada sisi numerasi dasar,” ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.
Terjadi di Semua Jalur
Kondisi miris ini menyasar hampir seluruh jalur penerimaan siswa baru, termasuk kelompok jalur prestasi akademik. Panitia mencatat hanya lima dari 21 siswa jalur prestasi yang masuk kategori mampu menyelesaikan soal dasar.
Hasil serupa juga muncul pada jalur afirmasi yang hanya meloloskan dua siswa berkategori mampu dari 56 peserta. Sementara pada jalur domisili, sebanyak 117 dari 139 siswa belum bisa memenuhi standar kompetensi dasar matematika.
Bagi Nurul, angka-angka tersebut menggambarkan kerapuhan nyata akademik lulusan SMP saat menuju jenjang sekolah menengah atas. Padahal kurikulum SMA menuntut peserta didik berpikir lebih analitis serta memecahkan persoalan dengan tingkat kesulitan tinggi.
“Angka ini menjadi gambaran kerja keras kami untuk mengakselerasi kemampuan mereka agar mampu mengikuti kurikulum SMA,” tegasnya.
Selain numerasi, panitia juga memetakan kemampuan dasar agama, kondisi kesehatan, minat bakat, serta melaksanakan tracing study. Seluruh data lapangan tersebut memandu sekolah dalam merancang program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan nyata siswa.
Pihak sekolah mengapresiasi kerja keras tim kepanitiaan SPMB yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian proses seleksi tahun ini. Manajemen sekolah juga meminta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum segera merumuskan program akselerasi sebagai langkah intervensi.
“Saya meminta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Ziadah, S.Pd., segera merancang program akselerasi pascapemetaan ini,” ucapnya.
Program akselerasi menjadi kebutuhan mendesak guna memperkecil kesenjangan kemampuan dasar peserta didik sejak awal memasuki bangku SMA. Tanpa intervensi cepat, sekolah akan menghadapi tantangan berat dalam mengejar target capaian pembelajaran kurikulum nasional.
Temuan SMAN 2 Taliwang ini sekaligus menjadi cermin besar bagi potret mutu pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat. Tingginya angka kelulusan sekolah pada jenjang sebelumnya belum menjamin penguasaan kompetensi dasar yang kuat bagi siswa. (*)




