Wabup Hanipah Apresiasi Terobosan CFD Perdana di Kecamatan Jereweh
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Suasana di Lapangan GSG Sasai Ate, Kecamatan Jereweh, tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari biasanya pada Minggu, 10 Mei 2026. Ribuan masyarakat berkumpul untuk merayakan peluncuran perdana kegiatan Car Free Day (CFD) tingkat kecamatan. Sebuah inisiatif baru yang disambut hangat oleh warga setempat.
Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa Barat, Hj. Hanipah hadir langsung untuk meresmikan kegiatan bersejarah bagi masyarakat Jereweh tersebut. Kehadirannya mendapat sambutan antusias warga yang sudah memadati area lapangan sejak pagi buta, untuk mengikuti rangkaian acara.
Wabup Hanipah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kecamatan Jereweh. Ia menilai, langkah ini sebagai sebuah terobosan cerdas dalam menciptakan ruang publik yang sehat, aman, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan elemen masyarakat tanpa terkecuali.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut secara rutin,” ujarnya, Minggu, 10 Mei 2026.
Rangkaian acara mulai dengan kegiatan senam sehat bersama. Musik yang energetik dan gerakan instruktur yang semangat berhasil membakar kalori serta keceriaan warga.
Aktivitas fisik ini sebagai upaya mengampanyekan gaya hidup sehat di lingkungan keluarga dan komunitas. Tidak hanya fokus pada kebugaran fisik, CFD perdana ini juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma.
Layanan ini memungkinkan warga untuk mengecek kondisi kesehatan mereka secara rutin. Mulai dari tekanan darah hingga konsultasi kesehatan ringan oleh tenaga medis setempat.
Selain pemeriksaan kesehatan, panitia juga menyelenggarakan aksi donor darah. Langkah kemanusiaan ini berhasil menjaring banyak pendonor dari kalangan masyarakat dan aparatur pemerintah, yang bertujuan untuk membantu ketersediaan stok darah di Kabupaten Sumbawa Barat guna keperluan medis darurat.
Sisi budaya pun tidak luput dari perhatian. Penampilan seni Sekeco yang dibawakan dengan apik oleh siswa-siswi SMPN 1 Jereweh menjadi daya tarik tersendiri. Kehadiran seni tradisional ini di tengah CFD membuktikan, ruang publik modern tetap bisa menjadi wadah efektif untuk pelestarian warisan budaya lokal.
Tekankan Dampak Ekonomi
Lebih lanjut, Wabup Hanipah menyoroti dampak positif ekonomi dari kegiatan ini. Ia menekankan, kehadiran lapak-lapak UMKM lokal di sepanjang area CFD merupakan kunci untuk menciptakan perputaran ekonomi yang berkelanjutan di tingkat kecamatan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.
“Kehadiran UMKM lokal di sini bukan sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak ekonomi masyarakat. Kita ingin perputaran uang tetap berada di tingkat kecamatan agar ekonomi warga benar-benar hidup,” ujarnya.
Melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, Wabup Hanipah berharap, agar CFD Jereweh tidak berhenti pada edisi perdana saja. Ia mendorong pihak kecamatan untuk konsisten menyelenggarakan kegiatan serupa secara rutin, agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang oleh seluruh masyarakat Jereweh.
Acara ini terselenggara berkat dukungan penuh dari berbagai mitra strategis, termasuk PT AMNT, Bank NTB Syariah, dan para kontraktor lokal. Sebagai penutup yang manis, kegiatan diakhiri dengan pembagian berbagai doorprize menarik yang menambah kebahagiaan warga sebelum kembali ke rumah masing-masing. (Andini)




