Pemerintahan

Inspektorat NTB Awasi Pengerjaan Proyek Lenangguar-Lunyuk: Tak Ada Perpanjangan Lagi

Mataram (NTBSatu) Inspektorat NTB melakukan pengawasan terhadap pengerjaan proyek jalan Lenangguar-Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Hal ini setelah kontraktor mendapat tiga kali perpanjangan waktu.

Inspektur NTB, Budi Herman menyampaikan, pihak kontraktor harus menyelesaikan proyek Rp19 miliar itu dalam waktu yang tersisa. Pasalnya, setelah tiga kali perpanjangan itu, Pemprov NTB tidak lagi memberikan tambahan waktu.

“Kita sudah selesai waktunya. Tidak ada adendum lagi,” kata Budi, kemarin.

Kontraktor yang mengerjakan proyek jalan Lenangguar-Lunyuk sudah mendapat perpanjangan waktu sebanyak tiga kali. Masing-masing sebanyak 50 hari. Terhitung mulai Januari 2026.

Berdasarkan kontrak, pengerjaan jalan tersebut harusnya selesai pada Desember 2025. Namun, hingga berjalannya waktu, belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Budi mengaku, pihaknya sudah melakukan pantauan langsung ke lapangan. Ia mengungkapkan, alasan keterlambatan pengerjaan proyek tersebut murni faktor cuaca.

“Kita sudah mitigasi tetapi kondisi alamnya di situ. Kita tidak menutup mata kondisi alamnya, saya sudah dua kali ke situ, benar-benar kayak di Bogor (hujan terus),” kata dia.

Dalam kondisi seperti ini, ia tidak bermaksud menyalahkan kondisi alam. Hanya saja, hal-hal tersebut merupakan bagian yang tidak bisa dihindari.

“Kita sudah melakukan pengecoran, tapi muncul lagi longsor. Kalau kita tidak perbaiki itu dulu, tertimbun nanti,” ujarnya.

Di samping itu, ia berharap pengerjaan jalan itu segera selesai. Mengingat, jalan tersebut merupakan salah satu jalur vital bagi masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan selesai. Targetnya selesai Mei,” ucapnya.

Target Selesai Awal Mei

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Lalu Wijaya Kusuma menyampaikan, setelah perpanjangan ketiga, progres pengerjaan proyek tersebut sudah mencapai sekitar 80 persen.

Dengan progres tersebut, Dinas PUPRPKP NTB menargetkan, proyek tersebut selesai pada awal Mei 2026.

“Lenangguar-Lunyuk lanjut dan masih progres, targetnya kita mungkin di awal Mei 2026 sudah bisa masyarakat lewati secara baik,” kata Wijaya, kemarin.

Ruas jalan Lenangguar-Lunyuk merupakan salah akses vital di daerah tersebut. Salah satunya sebagai akses angkutan hasil pertanian, seperti jagung. Sekaligus sebagai jalur satu-satunya menuju pusat kesehatan seperti rumah sakit.

“Jadi masyarakat juga nanti pada saat meminta atau mencari kebutuhan kesehatan ke sumbawa jangan sampai terkendala. Dan tentu tidak diinginkan kondisi seperti itu,” ungkapnya.

Karena itu, arahan dari Gubernur Iqbal, agar akses jalan tersebut segera diperbaiki. Jangan sampai mengganggu hajat hidup orang banyak di daerah tersebut.

“Pak Gubernur juga mengarahkan jangan sampai hajat masyarakat juga akan terganggu dengan kondisi jalan ini. Jadi beliau menekankan jalan ini harus bisa berfungsi dan tentu memudahkan semua kebutuhan Masyarakat Lunyuk,” jelasnya. (05)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button