Harga Tiket Pesawat Naik, Gubernur Iqbal Sebut Kunjungan Wisatawan Masih Aman
Mataram (NTBSatu) – Konflik Timur Tengah yang masih berlangsung saat ini, menyebabkan melonjaknya harga avtur global. Akibatnya berdampak pada biaya operasional maskapai.
Kondisi ini menyebabkan Pemerintah Pusat menaikkan batas atas harga tiket pesawat kelas ekonomi, sebesar 9 hingga 13 persen per April 2026.
Kenaikan harga tiket pesawat, sering kali dikaitkan dengan kunjungan wisata ke suatu daerah. Berkaitan dengan potensi penurunan kunjungan wisatawan.
Menanggapi fenomena ini, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan, kenaikan harga tiket pesawat belum berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke NTB.
“Harga tiket mahal, harga bahan bakar meningkat, tetapi sejauh ini belum terlalu berdampak pada jumlah kunjungan,” kata Iqbal, Kamis, 23 April 2026.
Di tengah kenaikan harga tiket ini, justru jumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Lombok justru menunjukkan tren peningkatan. “Bahkan penerbangan justru bertambah,” ujarnya.
Iqbal menjelaskan, penambahan frekuensi penerbangan masih terus terjadi. Termasuk, rute Lombok-Jakarta yang kini beroperasi dalam dua kali sehari oleh maskapai TransNusa.
Berdasarkan pantauan di salah satu platform penjualan tiket pesawat, yaitu Traveloka, harga tiket pesawat Lombok – Jakarta, rata-rata sekitar Rp1.414.000 hingga Rp1.940.340. Tergantung maskapainya.
Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini menyebutkan, kenaikan harga tiket bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi dunia merasakan dampak kenaikan harga avtur. Meski demikian, ia optimistis dampaknya terhadap kunjungan wisatawan tidak terlalu signifikan.
“Kalau orang mau liburan, ya tetap liburan. Selisih seratus atau dua ratus ribu mudah-mudahan tidak terlalu menjadi persoalan,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, lanjutnya, tetap menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak jangka panjang jika kondisi ini berlanjut. Namun untuk saat ini, pihaknya memilih fokus pada data aktual yang menunjukkan sektor pariwisata NTB masih relatif stabil.
“Pasti sudah kita hitung-hitung, tetapi kita tidak usah berspekulasi apakah akan panjang atau tidak, tetapi mitigasi risiko sudah kita siapkan InsyaAllah,” tutupnya.
Target Kunjungan Wisatawan ke NTB 2026
Sebagai informasi, Pemprov NTB menargetkan angka kunjungan wisatawan pada tahun 2026 sebanyak 2,5 juta orang. Angka ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, Lalu Ahmad Nur Aulia menyampaikan, dalam mendongkrak angka kunjungan wisatawan, NTB akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah event dan atraksi.
“Makanya tahun ini, setiap minggu harus ada atraksi masing-masing di setiap event. Ini bisa menjawab dan menghadirkan long of stay dari wisatawan yang lebih panjang,” jelas Aulia.
Sebelumnya, NTB sudah meluncurkan Calender of Event (CoE) tahun 2026. Totalnya ada 69 event yang akan diselenggarakan pada tahun ini.
Selain meluncurkan CoE, Pemprov NTB sendiri telah menyusun konsep quality tourism. Di mana tidak hanya fokus pada kuantitas wisatawan, tetapi menargetkan kualitas.
“Sejala dengan quality tourism CoE ini adalah bagian dari itu, tidak hanya berbicara pada angka tetapi pada kualitas,” katanya.
Dari 69 event tersebut, terdapat empat event yang masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026. Ia berharap, sejumlah event ini mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi di daerah.
“Dengan banyak event ini ada ikhtiar kita untuk bagaimana mengelola destinasi bagaimana untuk peningkatan kapasitas SDM khususnya di bidang pariwisata. Tentunya kita mengharapkan pariwisata berkualitas yang memberikan dampak bagi daerah. Salah satunya angka kunjungan kita bisa terus menemukan kualitas,” harapnya. (*)



