Senggigi Disiapkan Jadi Gerbang Utama Bali – Lombok, Trip Kapal Terus Ditambah
Lombok Barat (NTBSatu) – Pelabuhan Senggigi kian diproyeksikan sebagai pintu utama perjalanan laut rute Bali – Lombok. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai memperkuat layanan dan konektivitas, seiring meningkatnya jumlah trip kapal yang kini terus bertambah.
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat, M. Hendrayadi menyebut, Pelabuhan Senggigi sebenarnya sudah dapat disandari kapal sejak diresmikan. Saat ini, aktivitas pelayaran menunjukkan peningkatan signifikan.
“Sekarang sudah ada enam trip setiap hari, dari sebelumnya hanya dua. Dengan satu operator untuk enam kapal itu,” jelasnya, Senin, 13 April 2026.
Ia menambahkan, pada akhir April ini diproyeksikan akan ada tambahan armada baru. Dengan begitu, jumlah perjalanan bisa meningkat menjadi sekitar sembilan trip per hari, melayani rute Bali – Lombok hingga Lombok – Gili.
Seiring peningkatan layanan, pihaknya juga mulai menggandeng sistem pemesanan tiket digital melalui platform Easy Book. Langkah ini memberikan sejumlah keuntungan, mulai dari efisiensi tanpa perlu membuat aplikasi sendiri hingga transparansi data penumpang.
“Dengan sistem ini, kita bisa mengetahui siapa yang keluar masuk karena pencatatan sudah terintegrasi. Selain itu juga menjadi media promosi wisata dan sistemnya sudah cashless, sehingga tidak ada lagi celah dalam penjualan tiket,” ungkap Hendrayadi.
Pengembangan Pelabuhan Senggigi
Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini mengungkapkan, pengembangan Pelabuhan Senggigi merupakan bagian dari rancangan Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikannya sebagai pintu masuk utama kapal dari Bali. Menurutnya, skema tersebut menjadikan Senggigi sebagai hub utama, sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke kawasan Gili.
“Dari Senggigi nanti baru ke Gili. Ini yang sedang dirancang. Saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, silakan dipercepat implementasinya,” ujar LAZ, sapaan akrab bupati beberapa waktu yang lalu.
Meski demikian, Pelabuhan Bangsal di Lombok Utara tetap akan beroperasi seperti biasa, khususnya untuk melayani rute menuju Gili. Hanya saja, ke depan arus utama dari Bali diarahkan melalui Senggigi agar lebih terpusat dan terdata dengan baik.
Rencana ini disebut telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, guna memastikan pembagian peran yang jelas dalam pengelolaan arus wisatawan. “Yang penting cepat implementasinya, nanti urusan pembagian dengan Bupati Lombok Utara bisa kita bicarakan,” tutur LAZ. (Zani)



