Wamendikdasmen Fajar Tinjau Kesiapan TKA di Kota Mataram, Tegaskan Bukan Syarat Kelulusan
Mataram (NTBSatu) – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan kerja ke NTB, khususnya daerah Lombok dan Mataram. Kunjungan tersebut untuk meninjau kesiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sekolah.
Fajar memulai kunjungan di SD-SMP Dwijendra Mataram, dengan fokus pada kesiapan siswa kelas 6 yang akan mengikuti TKA pada 20 April mendatang. Ia mengatakan, pelaksanaan TKA jenjang SMP sudah berlangsung sejak 6 hingga 16 April, sementara tingkat SD segera menyusul.
“Kami ingin memastikan kesiapan anak-anak kita. Khususnya, kelas 6 yang akan mengikuti TKA pada 20 April,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 13 April 2026.
Dalam kunjungan itu, Fajar meninjau penggunaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, yakni Interactive Flat Panel bantuan Pemerintah Pusat. Ia menilai, perangkat tersebut memberi dampak positif dalam proses belajar mengajar di kelas.
“Pembelajaran jadi lebih menarik dan memudahkan guru menyampaikan materi secara visual,” katanya.
Selain itu, ia juga menguji kemampuan literasi siswa kelas 3 dengan meminta mereka membaca dan memahami teks. Hasilnya, siswa mampu menangkap makna bacaan dengan baik, meski peningkatan literasi tetap menjadi perhatian.
“Tadi saya lihat anak-anak bisa memahami isi teks, ini tentu harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Fajar juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut. Ia menyebut, program berjalan baik dan mendapat respons positif dari siswa, termasuk dalam konsumsi sayuran.
“Anak-anak terlihat senang, bahkan mereka mulai suka sayuran karena tahu manfaatnya untuk kesehatan,” katanya.
Fajar menegaskan, kunjungannya ke sekolah swasta merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan. Ia menekankan, pemerintah tidak membedakan sekolah negeri dan swasta dalam implementasi kebijakan.
“Kami ingin menunjukkan pemerintah berdiri di atas semua golongan, termasuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan,” tegasnya.
TKA Bukan Penentu Kelulusan
Fajar juga menegaskan, TKA bukan syarat kelulusan bagi siswa. Ia menjelaskan, TKA berfungsi sebagai alat pemetaan kemampuan siswa, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi.
“TKA ini bukan syarat kelulusan, tetapi bisa menjadi nilai tambah untuk jalur prestasi saat melanjutkan ke jenjang berikutnya,” jelasnya.
Ia juga mengimbau siswa agar tidak takut atau panik dalam menghadapi TKA. Menurutnya, hasil tes tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional, termasuk mendukung capaian Indonesia pada studi internasional seperti PISA (Programme for International Student Assessment).
“Ini untuk memetakan kemampuan anak-anak kita dan memperkuat kualitas pendidikan ke depan,” tutupnya. (*)



