Sekolah Nusa Alam Asah Keterampilan Siswa dengan Belajar dan Berkegiatan di Luar Kelas
Mataram (NTBSatu) – Sekolah biasanya dikaitkan dengan pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas, lengkap dengan buku berisi materi dan teori yang siap dipelajari siswa. Namun, bagaimana jika sekolah justru mengedepankan sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada buku dan teori. Melainkan, lebih banyak belajar melalui kegiatan fisik dan bermain di luar kelas?
Melansir dari wisatasekolah.com, pembelajaran di luar kelas memiliki banyak manfaat. Di antaranya, mengembangkan kreativitas dan imajinasi, melatih keterampilan sosial, mendukung kesehatan fisik dan mental. Serta, sebagai salah satu upaya untuk membangun rasa percaya diri pada siswa.
Sekolah Nusa Alam adalah Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) di Pulau Lombok, tepatnya Kota Mataram yang menggunakan Kurikulum Internasional Cambridge dan Kurikulum Nasional Indonesia. Sekolah Nusa Alam menerapkan konsep belajar sambil bermain di dalam dan luar kelas. Tujuan utama pembelajaran di luar kelas ini untuk membentuk karakter dan mengembangkan soft skill atau keterampilan siswa.
Harapannya, pembelajaran di luar kelas dapat mengembangkan soft skill siswa, seperti kemampuan komunikasi, kemampuan berkolaborasi dengan tim. Kemudian, kemampuan memimpin kelompok, kemampuan meregulasi emosi, kemampuan bersosialisasi serta beberapa soft skill lainnya.
Untuk pembelajaran di luar kelas, Sekolah Nusa Alam sudah menyusun learning goals atau tujuan pembelajaran di setiap kegiatan. Dengan mengintegrasikan pembelajaran akademik dan kegiatan bermain sambil belajar di lingkungan sekolah.
Kegiatan Pembelajaran Luar Kelas
Setiap kegiatan siswa di luar kelas, sebelumnya sudah melalui brainstorming atau diskusi antartenaga pengajar. Hal ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan ketertarikan siswa.
Beberapa contoh pembelajaran luar kelas di Sekolah Nusa Alam, di antaranya menanam benih, outbound, story time, dan sensory play. Selain itu ada juga kegiatan seperti bazar, kompetisi olahraga, book character parade, dan science fair yang dapat menjadi wadah siswa untuk belajar dan mengembangkan berbagai keterampilan.
Dalam kegiatan berkelompok, sesekali siswa mendapat kesempatan untuk memilih dan membentuk kelompok mereka sendiri. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam menentukan dan bertanggung jawab terhadap pilihan mereka sendiri. Serta, memiliki pengalaman bekerja sama dengan teman yang berbeda karakter di setiap kegiatannya.
Selain kegiatan di luar kelas, Sekolah Nusa Alam juga rutin melakukan kegiatan kunjungan ke luar sekolah yang menyesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kebutuhan siswa. Beberapa contoh kunjungan luar sekolah, di antaranya kunjungan ke konservasi penyu, agrowisata, kantor polisi, dan kantor pemadam kebakaran.
Selain itu, siswa juga diajak mengunjungi toko roti dan rumah makan untuk belajar mengelola makanan dan menumbuhkan kemampuan serta pemahaman berbisnis siswa. Sekolah Nusa Alam juga memfasilitasi ketertarikan siswa pada bidang tertentu, seperti musik, seni, dan olahraga yang sudah masuk ke dalam kurikulum.
Namun di luar itu, siswa juga dapat memilih kelas tambahan sesuai dengan bidang yang mereka inginkan. Sehingga, dapat memaksimalkan potensi siswa untuk menguasai bidang yang menjadi ketertarikan mereka.
Dampak Positif kepada Siswa
Melihat banyaknya kegiatan di luar kelas dan manfaat yang siswa dapatkan, respons orang tua sangat positif. Salah satu orang tua siswa, Desty menyatakan sangat merasakan dampak positif bagi anaknya dari adanya kegiatan di luar kelas ini.
“Banyak hal didapatkan dari pembelajaran di luar kelas yang tidak ditemui di buku pelajaran. Salah satunya, sensasi ketika anak-anak dapat langsung melihat dan merasakan teori yang dijumpai di buku pelajaran. Ketika di rumah, rasa ingin tahu, kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi anak juga meningkat. Hal ini adalah dampak dari banyaknya kegiatan di luar kelas yang dilakukan di sekolah. Ini juga berpengaruh untuk mengurangi screen time anak.” jelas Desty kepada NTBSatu, Senin, 13 April 2026.
Pembentukan karakter juga menjadi salah satu tujuan utama di Sekolah Nusa Alam. Koordinator Siswa PAUD Sekolah Nusa Alam, Neni menjelaskan, sering kali mendapat testimoni dari orang tua yang sangat positif terkait pembentukan karakter siswa.
“Di Sekolah Nusa Alam, pembentukan karakter sangat diperhatikan dan dipantau. Salah satunya terkait bullying (perundungan, red). Orang tua siswa merasa tenang dengan peran pihak sekolah yang cepat turun tangan jika ada kejadian bullying antar siswa,” tuturnya,
Bentuk Rasa Toleransi Siswa
Sekolah Nusa Alam juga memiliki keunggulan pada perbedaan budaya dan latar belakang siswa yang berasal dari berbagai daerah, bahkan negara di belahan dunia. Menurut Principal Sekolah Nusa Alam, Yusaf, banyak orang tua siswa yang melihat hal ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk terkoneksi dengan berbagai kebudayaan internasional.
“Sekolah Nusa Alam mewadahi siswa untuk mempelajari perbedaan budaya, belajar berkomunikasi. Serta, bekerja sama dengan siswa yang berasal dari budaya dan bangsa yang berbeda-beda,” ungkapya.
Yusaf menambahkan, pendekatan siswa dengan berbagai kebudayaan dan kebangsaan akan dapat membentuk rasa toleransi yang tinggi. Sehingga, siswa dapat memiliki pemahaman terkait bagaimana menghargai, mendukung, dan membantu orang lain tanpa memandang latar belakang yang berbeda.
“Ini adalah tujuan kami untuk membentuk siswa yang sukses di lingkungan setempat dan juga siap, untuk mengembangkan diri dan karier ke ranah internasional. Dengan dibekali rasa percaya diri dan pemahaman terkait bagaimana dunia bekerja,” tambah Yusaf. (Nadya)



