Kota Mataram

Bangkitkan Ekonomi Pesisir, Kelurahan Tanjung Karang Permai Fokus Berdayakan UMKM di Pantai Viral

Mataram (NTBSatu) – Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, tengah memfokuskan pengembangan ekonomi kemasyarakatan di wilayah pesisir. Melalui optimalisasi potensi wisata dan penguatan UMKM lokal, pihak kelurahan berupaya membangun kemandirian ekonomi warga di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah kota.

Lurah Tanjung Karang Permai, Nani Nurkomala, S.Adm., mengatakan, wilayahnya memiliki karakteristik unik dengan adanya satu lingkungan pesisir. Yakni Lingkungan Bagek Kembar, yang kini menjadi pusat perhatian berkat kehadiran destinasi wisata baru.

IKLAN

“Di Kelurahan Tanjung Karang Permai ini ada lima lingkungan dan satu memang lingkungan pesisir pantai. Di sana sedang ada pengembangan pariwisata, ada Pantai Viral di Lingkungan Bagek Kembar, tepat di belakang PLN,” ujar Nani Nurkomala kepada NTBSatu, Selasa, 31 Maret 2026.

Destinasi Pantai Viral yang mulai berkembang sejak tahun 2024 ini, merupakan hasil murni swadaya masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kehadiran objek wisata ini terbukti efektif menyerap tenaga kerja lokal dan menghidupkan sektor UMKM di wilayah tersebut.

Nani menekankan, fokus utama saat ini adalah menjaga keberlanjutan ekonomi tersebut agar terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.

“Alhamdulillah, dampaknya sangat terasa sekali dari segi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Banyak UMKM di sana yang terserap dari warga-warga lokal. Targetnya, bagaimana pengunjung ini tidak kapok untuk berkunjung kembali,” tambahnya.

Siasati Efisiensi Anggaran dengan Kemandirian

Menanggapi tantangan efisiensi anggaran yang tengah dihadapi pemerintah daerah, Kelurahan Tanjung Karang Permai memilih strategi penguatan kelembagaan di tingkat bawah. Nani mendorong, agar setiap lingkungan mampu mengelola potensinya secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada stimulan anggaran pemerintah.

“Kami mendorong untuk lebih mandiri, mengupayakan lembaga kemasyarakatan yang ada di wilayah lingkungan supaya penguatan UMKM-nya lebih mandiri, tidak lagi hanya bergantung kepada anggaran yang ada,” tegas Nani.

Selain aspek ekonomi, integrasi pengelolaan lingkungan juga diperkuat melalui program Grogot (Gerakan Memilah Sampah dari Rumah).

Kelurahan Tanjung Karang Permai memiliki lima lingkungan. Lingkungan Barito, Lingkungan Batang Hari, Lingkungan Sejahtera, Lingkungan Asahan, dan Lingkungan Bagek Kembar.

Dengan memanfaatkan sampah organik untuk pakan maggot, kelurahan berharap seluruh lingkungan, utamanya kawasan wisata pesisir tetap asri dan bersih, sehingga daya tarik wisata Kota Mataram tetap terjaga. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button