Lombok Barat

Misteri Air Panas di Beleka Terungkap, BPBD: Bukan Fenomena Alam, Diduga Grounding Listrik

Lombok Barat (NTBSatu) – Fenomena air panas yang sempat menghebohkan warga Dusun Bilatepung, Desa Beleka, Kecamatan Gerung, yang terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026, akhirnya menemukan titik terang.

Setelah dilakukan penelusuran, penyebab munculnya air panas tersebut diduga berasal dari aliran listrik dalam tanah atau grounding listrik. Bukan fenomena alam.

IKLAN

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lombok Barat, Maskimi memastikan, kondisi saat ini sudah aman setelah sumber masalah berhasil pihaknya atasi.

“Penyebabnya sudah ditemukan, yaitu grounding listrik. Sekarang sudah diputus dan kondisi sudah aman serta terkendali,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 30 Maret 2026.

Peristiwa ini bermula saat seorang warga bernama Iswadi merasakan panas tidak wajar pada lantai keramik rumahnya. Rasa panas tersebut mendorongnya untuk menggali area tersebut.

Setelah pihaknya melakukan penggalian sedalam sekitar satu meter, muncul air panas dengan gas dari dalam tanah. Air tersebut bahkan terlihat mendidih, sehingga menimbulkan kepanikan dan menarik perhatian warga sekitar.

Maskimi menjelaskan, gas yang muncul dari dalam tanah tersebut tidak berbau, namun tetap berpotensi berbahaya karena pihaknya mengkhawatirkan mudah terbakar.

“Awalnya memang diperkirakan dari gas septic tank berdasarkan analisis awal. Ada juga dugaan kebocoran listrik, tetapi saat petugas cek, tidak ditemukan indikasi kebocoran dari jaringan PLN,” jelasnya.

Namun, setelah penelusuran lebih lanjut, sumber panas berasal dari sistem grounding listrik yang pengembang perumahan setempat pasang.

Aliran listrik tersebut dugaannya mengalir ke dalam tanah dan memicu panas hingga menyebabkan air di dalam tanah menjadi panas. “Setelah grounding listrik itu diputus, panasnya langsung hilang,” tambahnya.

Imbauan kepada Masyarakat

Sebelumnya, masyarakat menganggap kejadian ini sempat sebagai fenomena alam langka dan mengundang perhatian banyak pihak.

Tim dari BPBD, kepolisian, hingga unsur TNI turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Bahkan, instansi teknis seperti ESDM dan BMKG turut terlibat dalam proses identifikasi awal.

Kepala desa setempat juga sempat mengimbau masyarakat, agar tidak mendekati lokasi demi menghindari risiko.

Dengan terungkapnya penyebab kejadian ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan. BPBD juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap instalasi listrik, terutama di kawasan perumahan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button