Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS Hari ini
Jakarta (NTBSatu) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dan menembus level psikologis Rp17.000 pada perdagangan, Senin, 9 Maret 2026.
Pelemahan tersebut akibat sentimen global, menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sehingga, mendorong lonjakan harga komoditas minyak dunia.
Berdasarkan data Bloomberg, pada awal perdagangan pekan ini pukul 09.03 WIB, rupiah tercatat melemah 84 poin atau 0,50 persen ke posisi Rp17.090 per dolar AS.
Pada perdagangan sebelumnya, Jumat sore, 6 Maret 2026, mata uang Garuda berada di level Rp16.925 per dolar AS. Saat itu, rupiah juga mengalami pelemahan sebesar 20 poin atau 0,12 persen daripada perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, kurs referensi yang Bank Indonesia rilis melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah pada posisi Rp16.919 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia pada hari yang sama terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,62 persen, baht Thailand naik 0,44 persen, peso Filipina menguat 0,66 persen. Sementara itu, yuan China melemah 0,08 persen dan won Korea Selatan turun 0,15 persen terhadap dolar AS.
Pada sisi lain, lonjakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga berdampak pada harga energi global. Harga minyak mentah dunia menembus level US$100 per barel pada Minggu, 8 Maret 2026. Hal tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap dampak konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Sebagai informasi, kenaikan harga minyak terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor konflik tersebut akan berdampak jangka panjang terhadap pasokan energi global, terutama jika memicu gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.
Minyak mentah acuan jenis Brent crude oil tercatat melonjak 12,63 persen hingga mencapai US$104 per barel. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate juga naik signifikan sebesar 14,7 persen. (*)



