Pemerintahan

Konflik Timur Tengah Memanas, Ribuan Jemaah Umrah NTB Masih di Arab Saudi

Mataram (NTBSatu) – Situasi di kawasan Timur Tengah terus memanas, setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan militer besar terhadap wilayah Iran akhir Februari 2026.

Serangan tersebut memicu respons keras dari Iran, yang meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan serangan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel yang tersebar di sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, bahkan Arab Saudi.

IKLAN

Di tengah situasi yang menegangkan ini, ribuan warga asal NTB masih berada di Arab Saudi. Mereka melaksanakan ibadah Umrah.

“Berdasarkan data di Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus), ada sejumlah 1.415 jemaah asal NTB berada di Arab Saudi,” kata Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhammad Amin, Selasa, 3 Maret 2026.

Jemaah Umrah NTB dalam Kondisi Aman

Dari ribuan jemaah itu, lanjutnya, sebanyak 43 orang akan segera balik ke tanah air, karena sudah menyelesaikan rangkaian ibadah Umrah. Kepulangan puluhan jemaah ini tidak terkendala oleh situasi di Timur Tengah sekarang.

Pasalnya, mereka akan menggunakan penerbangan langsung dari Jeddah ke Indonesia. Beda halnya jika penerbangannya harus transit.

Misalnya, di Dubai, Qatar, atau Turki, maka penerbangannya harus dijadwalkan ulang. Menyesuaikan kondisi keamanan di negara-negara tersebut. “InsyaAllah itu akan berjalan lancar tidak ada kendala. Artinya tidak ada yang tertahan,” ujar Amin.

Ia juga memastikan, kondisi ribuan jemaah asal NTB di Arab Saudi dalam kondisi aman. “Sampai saat ini, mereka dalam keadaan aman,” ujarnya.

Mengingat situasi yang semakin memanas, pihak Kementerian Haji dan Umrah sudah memberikan imbauan kepada para jemaah. Agar terus berkomunikasi dengan pihak-pihak travel, termasuk juga dengan pihak maskapai.

“Termasuk nanti apabila masih ada penundaan-penundaan dalam penerbangan di Arab Saudi untuk menghubungi juga dari KHU (Kementerian Haji dan Umrah) di sana kemudian dari KBRI juga,” ungkapnya.

Khusus masyarakat NTB yang ingin melakukan perjalanan ibadah Umrah, lanjutnya, agar tetap mengontrol perkembangan situasi di Timur Tengah. Apabila tidak memungkinkan, ia mengimbau agar masyarakat menunda perjalanannya terlebih dulu.

“Kalau memang situasinya tidak memungkinkan sebaiknya ditunda dulu,” ujarnya.

Pastikan Pelaksanaan Ibadah Haji

Ketegangan situasi ini, kata Amin, tidak akan berdampak pada kegiatan ibadah Haji ke depan. “Kalau untuk haji sampai saat ini tetap proses persiapannya tetap berjalan sesuai dengan timeline, sesuai dengan jadwal tidak ada perubahan jadi masih dalam kondisi aman terkendali,” katanya.

Ia memastikan, hingga saat ini belum ada perubahan informasi terkait pelaksanaan ibadah haji di tengah memanasnya situasi konflik di kawasan Timur Tengah. Jalur-jalur penerbangan haji, ujarnya, kemungkinan tetap dapat digunakan, mengingat lokasi utama pelaksanaan ibadah haji berada di Kota Mekah dan Madinah yang sejauh ini dalam kondisi aman.

“Tidak ada perubahan terkait informasi dengan adanya konflik di Timur Tengah. Untuk haji, barangkali nanti jalur-jalur tertentu bisa digunakan karena pelaksanaan haji ini di Mekah dan Madinah,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya menegaskan akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait. Jika terdapat perkembangan terbaru yang berpengaruh terhadap keberangkatan maupun kepulangan jemaah, kementerian akan segeran menyampaikan informasi kepada publik. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button