Ekonomi NTB 2025 Tumbuh tapi Tertinggal, Urutan Ketiga Terbawah se-Indonesia
Memasuki November dan Desember 2025, Pemerintah Pusat memberikan relaksasi ekspor konsentrat kepada perusahaan tambang. Kebijakan ini berdampak pada membaiknya kinerja ekonomi pada triwulan III dan IV. Bahkan pada triwulan IV, pertumbuhan ekonomi NTB melonjak hingga sekitar 20 persen.
“Meski demikian, secara kumulatif dari triwulan I hingga IV, pertumbuhan ekonomi NTB tetap berada di angka 3,22 persen, yang disebut-sebut menjadi salah satu yang terendah di Indonesia,” katanya.
Izin relaksasi ekspor konsentrat tersebut dijadwalkan berakhir pada April 2026. Menjawab tantangan target pertumbuhan nasional sekitar 7 persen, BPS NTB menilai peluang tetap terbuka melalui perhitungan year–on-year.
“Pada triwulan I 2025 tidak ada ekspor konsentrat, sementara di triwulan I 2026 sudah ada ekspor. Dari kondisi nol menjadi ada, tentu secara year–on–year peningkatannya akan terlihat signifikan,” ungkapnya.



