Ambisi Besar Mataram Menuju Kota Bebas Sampah Terganjal Lahan
Tawaran Pengelolaan Sampah dari Bank Dunia
Sebelumnya, Pemerintah Kota Mataram mendapatkan tawaran dukungan pembiayaan dan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah dari Bank Dunia dengan kapasitas 300 ton per hari.
Selain pembangunan unit Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), lembaga keuangan internasional tersebut juga menyiapkan dana stimulan sebesar Rp27,5 miliar per tahun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, program ini melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pengelolaan sampah di daerah.
“Skema yang digunakan adalah pinjaman (loan). Di mana daerah penerima wajib memenuhi sejumlah persyaratan teknis dan administratif,” jelasnya, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, salah satu syarat utama dalam tawaran tersebut adalah kesiapan lahan seluas sekitar satu hektare. Lahan ini akan menjadi lokasi pembangunan TPST berkapasitas besar yang mampu mengakomodasi seluruh produksi sampah harian Kota Mataram.
“Unitnya kan diberikan melalui skema pinjaman. Nah, yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) beratnya kita juga harus menyiapkan lahannya,” ujarnya. (*)



