OpiniWARGA

Momentum Muhasabah Kebijakan Daerah: Refleksi Kecil dari NTB

Perkuat Hilirisasi dan Integrasi UMKM-Pariwisata

Langkah korektif perlu difokuskan pada percepatan hilirisasi sumber daya lokal, penguatan industri pengolahan, integrasi pariwisata dengan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kebijakan fiskal harus benar-benar menjadi instrumen transformasi, bukan sekadar pengelolaan rutin.

Sebagai ekonom yang telah mengabdi sejak 1987 di Universitas Mataram, saya menyaksikan bagaimana NTB berkembang dalam banyak hal. Saya tetap optimistis terhadap masa depan daerah ini. Namun optimisme harus berdiri di atas realitas data. Angka 3,22 persen dan posisi ke-36 secara nasional adalah pesan yang jelas bahwa transformasi ekonomi belum tuntas.

Pada setiap akhir semester, ketika saya berdiri di hadapan mahasiswa yang akan lulus dan memasuki dunia kerja, saya selalu merasakan campuran harapan dan tanggung jawab. Mereka adalah generasi yang akan menentukan wajah ekonomi NTB ke depan.

Saya sering bertanya dalam hati: apakah struktur ekonomi daerah ini sudah cukup kuat untuk memberi mereka ruang tumbuh? Apakah kebijakan hari ini benar-benar sedang membangun masa depan mereka Sekali lagi, angka 3,22 persen dan peringkat ke-36 bukan sekadar catatan statistik bagi saya; ia menyangkut kesempatan hidup dan dan kepastian peningkatan kesejahteraan.

Muhasabah kebijakan bukan sekadar agenda teknokratis, melainkan panggilan moral agar pembangunan ekonomi benar-benar berpihak pada masa depan anak-anak daerah ini. Pada akhirnya, sejarah pembangunan tidak pernah ditentukan oleh angka yang tercatat hari ini, melainkan oleh keberanian kita menafsirkan angka itu sebagai panggilan untuk berubah. (*)

Laman sebelumnya 1 2 3 4

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button