Pemerintahan

21 Dapur MBG di NTB Diberhentikan Sementara, Satgas Ingatkan Pengurus Jangan Main-main

706 Dapur SPPG di NTB

Terhadap kasus ini, Gani menegaskan, agar pengurus SPPG tidak main-main dalam mengelola dapur. Sebab, program ini kebanyakan menyasar masyarakat usia anak-anak. Terutama peserta didik dari usia TK, SD, SMP.

“Ini kan generasi muda kita yang harus kita layani dengan baik. Siapkan gizinya dengan baik,” tegasnya.

Sebagai informasi, total SPPG di NTB sebanyak 706 dapur. Sebanyak 592 aktif melayani dan 114 belum aktif melayani. Serta, 21 unit daput diberhentikan sementara.

Sebelumnya, ratusan SPPG atau setara 70 persen dari ratusan dapur yang sudah aktif di Provinsi NTB, belum memenuhi standar. Akibatnya, mendapat Surat Peringatan (SP) I dari BGN.

Catatan Satgas MBG Provinsi NTB, hingga awal Februari 2026, tercatat sekitar 670 SPPG aktif di NTB. Dengan klasifikasi sebagai berikut: sebanyak 660 SPPG merupakan mitra dengan masyarakat, yayasan, dan UMKM. Kemudian, 5 SPPG Pondok Pesantren. 4 SPPG Polri, dan 1 SPPG TNI AU.

Dari ratusan SPPG itu, yang paling banyak menjadi masalah adalah pada aspek infrastruktur sekitar 238 unit, manajemen organisasi 72 unit, administrasi 115 unit. Kemudian masalah SDM dan mutu gizi. (*)

Laman sebelumnya 1 2 3

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button