Kegiatan Non-Akademik SMA di Sumbawa Mulai Terdampak Imbas Moratorium BPP
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kebijakan moratorium Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) mulai berdampak nyata, terhadap operasional kegiatan non-akademik SMA di Kabupaten Sumbawa.
Kepala SMAN 1 Sumbawa Besar, H. Muhammad Ihsan mengungkapkan, sekolah kini merasa adanya kesulitan membiayai berbagai agenda kreativitas siswa atau ekstrakulikuler. Termasuk, keikutsertaan dalam kompetisi di luar daerah.
Ihsan menjelaskan, pemberlakuan moratorium BPP tepat setelah pihak sekolah bersama Komite menyusun rencana anggaran dengan wali murid. Situasi tersebut menempatkan sekolah pada posisi dilematis.
“Rapat dengan wali murid sudah berjalan, baru kemudian kebijakan moratorium itu keluar. Tentu, kami tidak ingin memberatkan wali murid, tetapi di sisi lain program-program sekolah sudah disusun. Jika dana itu tidak ada, jujur saja kegiatan anak-anak seperti ekstrakurikuler, menjadi terbentur,” ujar Ihsan kepada NTBSatu, Selasa, 3 Februari 2026.
Dampak paling terasa, lanjut Ihsan, adalah rencana keberangkatan siswa ke Malang untuk mengikuti ajang kompetisi. Kegiatan semacam itu membutuhkan biaya besar, terutama untuk transportasi lintas pulau, yang selama ini sangat bergantung pada dana penunjang pendidikan.
“Anak-anak mengajukan proposal untuk berangkat ke Malang. Karena harus menyeberang laut, tentu biayanya tidak sedikit. Kami hanya bisa berharap ada kebijakan yang memberi ruang bagi sekolah untuk tetap memfasilitasi prestasi siswa,” katanya.
Berharap Solusi Pemprov NTB
Ia juga menegaskan, karakteristik kegiatan di jenjang SMA jauh lebih kompleks dari SD atau SMP, sehingga memerlukan skema pendanaan yang lebih fleksibel.
Saat ini, pihak sekolah menaruh harapan besar pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang tengah menggodok regulasi terbaru atau Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum yang lebih jelas terkait pendanaan pendidikan.
“Kami sangat berharap ada solusi atau regulasi baru dari Pemprov NTB, agar prestasi dan kegiatan ekstrakulikuler yang sudah ada bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” harap Ihsan.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, semangat berprestasi di SMAN 1 Sumbawa Besar tetap terjaga. Ihsan memastikan, pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) terus berjalan secara intensif.
“Alhamdulillah, pembinaan OSN tetap berjalan. Guru pembina dan siswa bahkan masih bertahan di sekolah untuk berdiskusi dan belajar bersama meski jam pelajaran telah usai. Kami optimistis hasilnya akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutupnya. (*)



