Aplikasi LAPOR Kota Mataram Sepi Peminat, Partisipasi Masyarakat tak Capai 10 Persen
Abdul mengungkapkan, dua faktor utama di balik minimnya laporan online dari warga. Yaitu, kurangnya edukasi cara penggunaan sistem pengaduan dan sikap kurang peduli dari masyarakat.
“Banyak warga yang mungkin mengetahui adanya layanan tersebut, namun bingung mengenai teknis pelaporannya. Masih ada kecenderungan masyarakat baru akan peduli dan mencari saluran pengaduan hanya ketika masalah besar sudah terjadi di depan mata, ” jelasnya.
Menyikapi hal ini, ia menekankan, tantangan terbesar ke depan adalah memperluas jangkauan sosialisasi. Edukasi tidak bisa hanya di tingkat kota, melainkan harus menyentuh akar rumput di tingkat RT dan RW agar masyarakat memahami layanan ini gratis dan responsif.
“Tantangan kita adalah bagaimana mengedukasi masyarakat agar paham cara menggunakannya saat menemui kendala di lapangan, seperti banjir,” ungkapnya.
Sejauh ini, setiap laporan yang masuk melalui aplikasi sebenarnya selalu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tindaklanjuti dengan cepat.
Dengan adanya peningkatan partisipasi warga, diharapkan wajah kota dan berbagai permasalahan publik dapat dipetakan serta diselesaikan secara lebih akurat. (*)



